
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau persiapan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1). (dok. Humas Kemensos)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program Sekolah Rakyat secara langsung pada Senin (12/1). Peresmian dilaksanakan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Nah, ada beberapa fakta menarik mengenai program pendidikan gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini. Berikut beberapa fakta penting tersebut:
1. Gagasan Langsung dari Presiden
Sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi, program ini ternyata inisiatif langsung Prabowo. Hal ini kemudian dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Gagasan dari Bapak Presiden untuk menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini terpinggirkan, yang belum beruntung, prasejahtera, dan bisa disebut juga dalam statistik itu miskin atau miskin ekstrem. Karena Presiden ingin putra-putri dari keluarga yang seperti ini juga disiapkan untuk masa depan Indonesia,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf usai meninjau persiapan penyelenggaraan peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Minggu (11/1).
Terlebih, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.
2. Multi entry, Multi exit
Proses rekrutmen siswa tidak berdasarkan tes akademik, melainkan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hanya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 yang bisa masuk Sekolah Rakyat.
Menariknya lagi, siswa bisa masuk kapan saja tanpa mengikuti tahun ajaran atau biasa disebut multi entry, multi exit.
3. Jumlah Siswa Capai 15 Ribu Lebih
Mulai beroperasi sejak 2025, kini Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap. Jumlah ini tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi. Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah menampung 15.945 orang siswa.
4. Serap Ribuan Tenaga Kerja
Sekolah Rakyat rintisan menyerap sekitar 7.107 tenaga kerja. Angka ini terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).
5. Konsep Sekolah Asrama
Sekolah Rakyat ini berkonsep asrama atau boarding school. Selama di asrama, mereka ditemani wali asrama dan wali asuh. Sehingga, upaya membentuk karakter anak-anak menjadi lebih mandiri dan disiplin serta memiliki keterampilan bisa tercapai dengan baik.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
