Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 01.50 WIB

Kemendikdasmen Gandeng Arasoft dari Korsel untuk Program Media Pembelajaran Interaktif

Kemendiknasmen bersama Arasoft dari Korea umumkan kemitraan untuk transformasi digital pendidikan di Indonesia. (Istimewa) - Image

Kemendiknasmen bersama Arasoft dari Korea umumkan kemitraan untuk transformasi digital pendidikan di Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya pemerintah mempercepat transformasi pendidikan digital memasuki babak baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggandeng perusahaan teknologi pendidikan asal Korea Selatan, Arasoft Co., Ltd., untuk meluncurkan Program Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Indonesia. 

Inisiatif ini diyakini hadir sebagai langkah strategis memperkuat kompetensi jutaan guru dalam memproduksi konten ajar digital yang modern dan inklusif.

Peluncuran program dilakukan dalam kegiatan 'Korea–Indonesia ePUB 3.0 Digital Transformation Dissemination Workshop 2025' di Gedung A Kemendikdasmen baru-baru ini di Jakarta. 

Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, hingga lembaga swasta dan menjadi salah satu agenda besar transformasi pendidikan nasional tahun ini.

Program kemitraan ini memanfaatkan teknologi NamoAuthor dan standar ePUB 3.0, dengan dukungan penuh 2025 D.N.A Partnership Program dari National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan. 

Melalui platform tersebut, pemerintah menargetkan terwujudnya ekosistem produksi konten ajar digital yang dapat diakses dan dipakai secara luas oleh lebih dari tiga juta guru di Indonesia.

Sejak awal 2025, tercatat lebih dari 400 guru dari jenjang PAUD hingga SMA telah mengikuti pelatihan intensif. Mereka menghasilkan ratusan bahan ajar digital interaktif yang memuat video, audio, animasi, ilustrasi, kuis, hingga aktivitas multimedia lintas platform. 

Kemendikdasmen dan Arasoft juga telah menandatangani kerja sama jangka panjang untuk memastikan integrasi teknologi tersebut dalam strategi pendidikan digital nasional.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru untuk menghadapi kebutuhan pembelajaran modern.

“Transformasi digital dari PAUD hingga SMA harus memastikan setiap guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan partisipatif,” ujarnya di acara tersebut. 

Menurutnya, penguatan kemampuan pengembangan media pembelajaran interaktif merupakan langkah penting untuk memodernisasi ruang kelas dan memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.

CEO Arasoft, Kang Juong Hyon dalam kesempatan yang sama menyatakan,  Indonesia sebagai pusat strategi ekspansi global perusahaannya.

“Melalui Program 2025 D.N.A Partnership, kami berkomitmen mendukung ekosistem pembelajaran digital yang dapat diperluas secara nasional, dengan guru sebagai pelopornya,” kata Kang.

Sementara itu, Kepala Pusat Transformasi Digital Pendidikan Kemendikdasmen, Mira Sulastri, menjelaskan bahwa pemanfaatan standar ePUB 3.0 memungkinkan guru menghasilkan materi yang lebih adaptif lintas perangkat.

“Program ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat memperkecil kesenjangan pembelajaran. Dengan standar ePUB 3.0, guru dapat menghasilkan materi interaktif yang dapat digunakan secara universal,” ucap Mira.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore