
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno (tengah) bersama Rektor UIII Prof Jamhari (kiri) di kampus UIII Depok (27/10) sore jelang pembukaan AICIS+. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Konferensi studi Islam terbesar di dunia bertajuk The Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Sejumlah akademisi papan atas lintas benua diundang jadi pemateri. Meski demikian, panitia memastikan tidak mengundang akademisi yang punya rekam jejak pro-Israel.
Seperti diketahui, kehadiran akademisi pro-Israel ke Indonesia sempat menjadi polemik di masyarakat. Akademisi tersebut adalah Peter Berkowitz.
Berkowitz menjadi pembicara dalam forum orientasi program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) di Depok pada pertengahan Agustus lalu.
Sama-sama berlokasi di Depok, panitia AICIS+ tidak ingin mengulang polemik serupa terjadi. Mereka menegaskan sudah melakukan skrining atau penelusuran rekam jejak para intelektual Islam dan bidang lain yang akan jadi pemateri.
Tujuannya untuk memastikan tidak ada tokoh pro-Israel yang jadi pembicara maupun hadir di forum Akbar tersebut.
"Tolong panitia benar-benar menelusuri rekam jejak semua pemateri internasional yang diundang," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di kampus UIII Depok (28/10).
Dia mengatakan jangan sampai ada tokoh pro-Israel yang hadir. Karena bisa memicu polemik di masyarakat.
Selaku tuan rumah, Rektor UIII Prof Jamhari juga memastikan bahwa seluruh ilmuan dunia yang jadi narasumber sudah melalui proses kurasi dan skrining.
"(Selain itu) soal pembicara internasional kita cari dari lembaga atau kampus yang sudah bekerja sama dengan kampus-kampus Islam," katanya.
Dengan cara seperti itu, otomatis proses seleksi para pembicara sudah berjalan dengan baik. Apalagi secara personal maupun asal lembaganya sudah kerap bekerjasama dengan UIII juga. "Maka tidak ada kekhawatiran ke situ (kehadiran tokoh pro-Israel)," tandas Jamhari.
AICIS+ akan dibuka secara resmi di kampus UIII pada Rabu (29/10) besok. Konferensi ini menjadi yang terbesar di dunia karena 2.434 judul abstrak yang dikirim ke panitia dari 31 negara. Jumlah ini menjadi rekor selama agenda AICIS diselenggarakan sejak 2000 lalu.
Total ada 12 ilmuwan top dunia yang diundang ke Depok. Di antaranya adalah Prof. Farish A. Noor dari UIII, sekaligus sejarawan asal Malaysia. Dia dikenal dengan analisis tajamnya terhadap politik Islam di Asia Tenggara.
Kemudian ada pakar politik Timur Tengah Prof Shahram Akbarzadeh dari Deakin University, Australia.
Selanjutnya Assoc. Prof. Stéphane Lacroix dari Sciences Po, Prancis, yang dikenal lewat risetnya mengenai Islam politik di Arab Saudi dan Mesir.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
