
Prof. Dr. Annemieke Geluk dari Leiden University Medical Center resmi dikukuhkan sebagai Adjunct Professor FK Unair, Selasa (7/10). (Istimewa)
JawaPos.com-Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali memperluas jejaring akademik internasional dengan mengukuhkan Prof. Dr. Annemieke Geluk dari Leiden University Medical Center (LUMC), Belanda sebagai Adjunct Professor. Pengukuhan yang digelar di Aula Utama FK Unair pada Selasa (7/10) itu menjadi bagian dari rangkaian Adjunct Professor Inauguration 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Geluk menyampaikan orasi ilmiah berjudul “WhatsLep 2.0: Leprosy in Indonesia – Addressing an Ancient Disease through Modern Population Health Strategies” atau “Kusta di Indonesia: Menangani Penyakit Kuno melalui Strategi Kesehatan Populasi Modern.”
Deteksi Dini Kunci Pengendalian Kusta
Dalam orasinya, Geluk menekankan bahwa kusta (leprosy) masih menjadi penyakit tropis yang sering terabaikan, padahal bisa diobati dan dikendalikan jika dideteksi lebih awal. “Kusta merupakan penyakit tropikal yang tidak terlalu diperhatikan. Ini disebabkan oleh bakteri, dan sebenarnya bisa diurus dengan baik bila diketahui sejak awal,” ujarnya.
“Sayangnya, kemahiran klinis dalam mengenali penyakit ini mulai berkurang, dan minat terhadap penelitian kusta juga rendah karena stigma yang masih kuat di masyarakat,” lanjutnya.
Menurutnya, tantangan terbesar di Indonesia adalah masih adanya daerah endemik di mana penularan terus terjadi tanpa terdeteksi. “Beberapa bagian Indonesia masih endemik. Transmisi itu berjalan tapi belum diketahui. Karena itu, perhatian kesehatan di kawasan tersebut masih kurang,” tutur Geluk.
Ia menambahkan, penelitian kolaboratif dengan Unair diharapkan mampu mengembangkan tes diagnostik sederhana, seperti tes darah jari, untuk mendeteksi area berisiko tinggi.
“Harapan kami dalam jangka panjang adalah eliminasi kusta, terutama pada anak-anak. Tes sederhana bisa menunjukkan titik panas transmisi, sehingga deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat,” imbuhnya.
Kolaborasi Riset dan Pendidikan
Tak hanya riset, kerja sama Unair dan LUMC juga membuka peluang besar di bidang pendidikan dan pertukaran akademik. “Kami sangat terhormat bisa berada di sini. Kolaborasi ini bukan hanya untuk penelitian, tapi juga pendidikan dan layanan kesehatan. Kami akan menjajaki pertukaran mahasiswa, program doktor bersama, dan penelitian kolaboratif lain,” tutur Geluk.
Dekan FK Unair Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., SpOG.,Subsp. Urogin-RE menyambut baik sinergi ini. “Kami bangga karena kedatangan rekan-rekan dari LUMC. Pengukuhan Adjunct Professor ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Eighty, kolaborasi tersebut akan mencakup pertukaran mahasiswa kedokteran, residen, hingga staf pengajar, serta memperluas riset bersama di bidang imunologi dan penyakit menular. “Kami berharap semakin banyak joint research yang dilakukan baik di Surabaya maupun Belanda. Semoga komunikasi dan implementasinya berjalan lancar,” tambahnya.
Kusta Masih Ada, Tapi Bisa Disembuhkan
Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (DVE) Unair, Dr. Damayanti, dr., Sp.D.V.E., Subsp.DAI menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki beberapa kantong daerah endemik kusta, termasuk di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Jawa Timur. “Kusta adalah penyakit infeksi menular, tetapi penularannya membutuhkan kontak lama, jadi tidak mudah menular. Yang terpenting adalah edukasi — bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dan bukan kutukan," jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma agar penderita tidak enggan berobat. “Stigma membuat pasien takut mencari pengobatan, padahal dengan terapi yang tepat, kusta bisa disembuhkan dan komplikasi bisa dicegah,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
