
ITS umumkan kolaborasi strategis dengan Siemens. (Istimewa)
JawaPos.com - Dunia industri energi dan otomasi bergerak semakin cepat, sementara pendidikan tinggi di Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan. Salah satu tantangan terbesar adalah kesenjangan antara teori akademik yang diajarkan di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Akibatnya, banyak lulusan teknik yang masih harus melalui pelatihan tambahan begitu masuk ke industri karena keterampilan praktis mereka belum sesuai dengan standar industri.
Isu ini makin mendesak seiring percepatan transformasi energi dan pengembangan smart grid di Indonesia. Industri membutuhkan talenta teknik yang mampu mengoperasikan sistem otomasi, proteksi jaringan, dan manajemen energi berbasis digital, bukan hanya menguasai teori.
Namun, laboratorium di banyak perguruan tinggi masih terbatas, sehingga mahasiswa jarang bersentuhan dengan perangkat yang benar-benar digunakan di sektor energi modern.
Untuk menjembatani kesenjangan itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperkuat fasilitas pendidikannya lewat kolaborasi dengan Siemens Indonesia. Dibuktikan dengan Siemens menyerahkan peralatan senilai Rp 920 juta berupa Relay Protection Control (RCP) SAS lengkap dengan Programmable Logic Controller (PLC) dan sistem proteksi relai, teknologi yang umum dipakai dalam industri otomasi dan energi global.
Menurut Kepala Departemen Teknik Elektro ITS, Ronny Mardiyanto, kehadiran peralatan tersebut akan mengubah cara belajar mahasiswa. "Kolaborasi ini meningkatkan daya saing mahasiswa dengan membekali mereka keterampilan mutakhir, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri dan masyarakat," ujar dia melalui keterangannya, Senin (29/9).
CEO Siemens Indonesia, Surya Fitri, menekankan bahwa kemitraan ini bukan sekadar hibah. "Kami fokus pada elektrifikasi hijau, kota pintar, dan keberlanjutan. Melalui kerja sama ini, dosen dan mahasiswa dapat mengakses aplikasi dunia nyata yang relevan dengan kebutuhan energi masa depan," katanya.
Selain peralatan, kerja sama juga mencakup kuliah tamu, modul praktikum, hingga program magang. Siemens berencana melibatkan para penelitinya untuk mendukung riset lanjutan di bidang otomasi, proteksi jaringan, dan smart grid.
Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman belajar di laboratorium, tetapi juga jalur lebih jelas menuju dunia kerja. "Peralatan ini mendukung manajemen energi yang lebih komprehensif dan membekali lulusan ITS dengan keahlian relevan untuk menghadapi tantangan nyata," kata Rupinder Kumar, Kepala Smart Infrastructure, Automation and Electrification Siemens Indonesia.
Kolaborasi dengan ITS bukan yang pertama. Pada 2024 lalu, Siemens juga menyalurkan perangkat lunak PSS®E dan PSS®SINCAL ke beberapa universitas, termasuk UI dan IT PLN, untuk memperkaya kurikulum teknik tenaga listrik. Langkah-langkah semacam ini dipandang penting agar pendidikan tinggi di Indonesia mampu menghasilkan insinyur yang siap menjawab tuntutan industri modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
