Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 23.15 WIB

Kepala Perpusnas Tekankan Soal Redefinisi Pustakawan di Era AI

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia E. Aminudin Aziz. (Perpusnas/Antara) - Image

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia E. Aminudin Aziz. (Perpusnas/Antara)

JawaPos.com–Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia E. Aminudin Aziz menekankan pentingnya redefinisi peran perpustakaan dan pustakawan di tengah percepatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

”Hal ini menjadi isyarat kuat bahwa persoalan perpustakaan dan pustakawan harus mendapat perhatian serius. Perpustakaan jangan sampai hanya hadir tanpa memberi makna. Ia harus menjadi ruang inovasi, kreativitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan," kata Aminudin seperti dilansir dari Antara, Kamis (18/9).

Dalam sambutan pada Kongres XVI Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) dan Seminar Ilmiah Nasional 2025 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (17/9), Aminudin mengatakan perhatian publik yang semakin meningkat terhadap dunia perpustakaan.

Dia menyinggung liputan khusus media nasional yang selama beberapa hari berturut-turut mengangkat kondisi perpustakaan dan pustakawan, termasuk rencana penayangan lanjutan di televisi.

Dia menolak stigma lama yang kerap melekat pada profesi pustakawan. Oleh karena itu, perlu adanya redefinisi perpustakaan, termasuk pustakawan di dalamnya.

Perpustakaan harus menjadi ruang berkembangnya pusat ilmu pengetahuan, kreativitas, sekaligus ruang pemenuhan rasa ingin tahu masyarakat. Sering kali pustakawan dianggap orang yang pasif, hanya menunggu kunjungan, bahkan ditempatkan di perpustakaan seolah sebagai hukuman.

”Padahal, pustakawan sejatinya adalah pewaris khazanah peradaban dan fasilitator masa depan. Mereka bukan manusia yang kehilangan kreativitas, melainkan ilmuwan dan profesional dengan misi mulia,” ucap Aminudin Aziz.

Aminudin menyampaikan bahwa IPI harus memastikan anggotanya berkembang menjadi profesional dengan kompetensi yang mumpuni. IPI juga diminta menjadi wadah yang mengangkat martabat profesi pustakawan dan mandiri dalam mengembangkan organisasi, tidak terus-menerus mengandalkan institusi lain, serta menjadi mitra perpustakaan dalam mewujudkan tugas dan fungsi mulia sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas masyarakat.

Ketua Umum IPI T. Syamsul Bahri mengingatkan soal pentingnya momentum ini bagi masa depan profesi pustakawan. Dia menilai AI hadir bagaikan pedang bermata dua, karena menawarkan peluang besar, seperti akses informasi yang cepat dan cerdas, layanan personalisasi dan efisiensi.

Namun, di sisi lain juga muncul seperti tantangan kompetensi, tantangan etika, tanggung jawab, dan tantangan relevansi profesi.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, penyelenggaraan acara tersebut berkaitan dengan sejarah panjang literasi di tanah Melayu. Provinsi Kepri memiliki nilai historis tinggi dalam perkembangan literasi bangsa. Termasuk peran Raja Ali Haji dalam mengembangkan dan membakukan Bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.

”Momentum ini sangat tepat untuk memperkuat peran pustakawan dalam pembangunan manusia di era digital,” kata Ansar Ahmad.

Selain sidang pleno, acara juga diisi seminar ilmiah nasional bertema Pustakawan di Era Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan dengan narasumber nasional dan internasional. Selain itu, pameran perpustakaan, teknologi informasi, dan produk lokal yang terbuka untuk masyarakat.

Kongres ini diharapkan menjadi tonggak penting penguatan profesi pustakawan Indonesia, agar tetap relevan dan berdaya di era digital dan AI, sekaligus berperan vital dalam gerakan literasi nasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore