
Ilustrasi komet yang melintas di sekitar orbit bumi. (Pexels)
JawaPos.com - Kabar adanya pesawat alien yang akan menyerang manusia di bumi menjadi perbincangan beberapa hari belakangan.
Ternyata, benda langit yang disebut sebagai pesawat alien itu adalah komet dari luar tata surya. Masuknya komet asing ke tata surya ini, merupakan momen super langka.
Profesor riset sekaligus astronom Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengatakan benda langit yang disebut-sebut pesawat alien itu dipastikan komet.
Umumnya, komet yang terpantau selalu berasal dari dalam tata surya. Tetapi komet atau objek yang diberi kode 3I/ATLAS itu, berasal dari luar tata surya.
Thomas mengatakan, sejarah mencatat hanya tiga kali komet dari luar tata surya masuk ke tata surya manusia. "Ini (3I/ATLAS) adalah komet ketiga dari luar tata surya yang masuk ke tata surya kita," katanya Kamis (31/7) malam.
Mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu mengatakan, sebelumnya ada 1I/'OUMUAMUA yang ditemukan pada Oktober 2017 lalu. Kemudian ada 2I/BORISOV yang ditemukan pada Agustus 2019. "Kode 3I (untuk 3I/ATLAS) artinya komet Interstellar atau komet antar bintang di luar tata surya," jelasnya.
Sebelumnya, jagat media sosial digemparkan dengan informasi ancaman serangan alien kepada umat manusia.
Pemicunya adalah penemuan objek luar angkasa yang semula diidentifikasi sebagai komet. Tetapi dengan karakteristik yang berbeda dengan komet, benda tersebut dikaitkan dengan pesawat UFO alien yang sedang menjelajah tata surya kita.
"Objek tersebut bukan seperti komet biasa yang berasal dari tata surya kita," kata Thomas. Melainkan komet yang berasal dari ruang antar-bintang. Asalnya dari luar tata surya bumi, matahari, dan planet-planet yang mengitarinya.
Komet yang disebut pesawat alien itu berasal dari luar tata surya, karena orbitnya hiperbolik. Orbit objek itu tidak elips seperti orbit bumi dan planet-planet lain yang mengitari matahari.
"Jadi bukan wahana alien atau UFO. Dugaan wahana alien atau UFO tidak ada landasan ilmiahnya," tandasnya.
Lebih lanjut Thomas mengatakan objek dengan kode 3I/ATLAS itu dapat diamati dari bumi pada Juli sampai September 2025 sesudah magrib.
Setelah jam atau waktu tersebut, komet tadi berada di balik matahari. Selanjutnya komet itu bisa diamati lagi pada November sampai Desember 2025 sebelum matahari terbit.
"Setelah itu menjauh dan kembali menuju ke luar tata surya," kata Thomas. Dia mengatakan upaya pengamatan objek dengan kode 3I/ATLAS perlu menggunakan teleskop besar. Karena komet tersebut sangat redup.
Dia mengatakan, jarak terdekat komet itu ke bumi sekitar 270 juta kilometer. Jarak tersebut hampir dua kali lipat jarak bumi dengan matahari.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
