Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 15.33 WIB

Pendidikan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Program pendidikan vokasi yang relevan dengan industri berperan penting dalam mengatasi pengangguran. (Istimewa)

JawaPos.com-Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tanah air memang terus tumbuh. Namun, bukan berarti tingkat pengangguran terbuka (TPT) bisa terus ditekan. Pemangku kepentingan menekankan pentingnya mencetak lulusan yang sesuai kebutuhan industri terutama dari lembaga pendidikan vokasi.

Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dinas Pendidikan Jawa Timur Kiswanto mengatakan, program pendidikan yang relevan dan berkelanjutan sangat penting. Sehingga, angka pengangguran di Jawa Timur bisa ditekan. Terutama, untuk lulusan lembaga pendidikan vokasi seperti sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tamatan SMK tergolong paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya. Yakni, sebesar 8 persen.

''Karena itu, kami mengapresiasi inisiatif swasta dalam mengambil langkah konkret menjembatani pendidikan dan industri. Program seperti ini dapat menjadi model kolaborasi vokasi. Sehingga, lulusan SMK dapat membuka akses lebih luas ke dunia kerja,'' ungkapnya saat membuka Modena Tech School di Surabaya Selasa (22/7).

Dia percaya, program tersebut akan membantu menurunkan angka pengangguran terbuka di Jawa Timur. Khususnya Surabaya. Sekaligus, perlahan mengubah persepsi masyarakat bahwa SMK bukan penyumbang pengangguran.

Executive Vice President of Operations Modena Kim Il Dong menambahkan, pelaku industri harus turut andil dalam memastikan lulusan tanah air sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurutnya, dinamika industri yang terus berkembang terus mendorong perkembangan teknologi dan otomatisasi. Hal itu pada akhirnya berujung kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai sangat dibutuhkan.

''Kali ini, kami bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur untuk membekali siswa dengan pelatihan teknis langsung dari industri. Inisiatif ini menjadi langkah konkret MODENA dalam mendorong pembangunan berkelanjutan industri dan teknologi melalui pendidikan, khususnya di bidang teknologi dan elektronik,'' terangnya.

Dia mengatakan, tantangan dalam pendidikan vokasi di Indonesia tidak hanya pada ketersediaan fasilitas atau kurikulum. Tetapi juga kesenjangan antara kompetensi lulusan dan ekspektasi industri. ''Kami melihat pentingnya keterlibatan aktif sektor industri untuk menjawab tantangan ini. Tidak hanya sebagai pengguna tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra dalam membentuk kurikulum, pendekatan pelatihan, dan pengalaman belajar yang sesuai kebutuhan pasar,'' terangnya.

Dia menjelaskan, program Modena Tech School akan berlangsung selama 3 tahun. Program yang dibagi ke dalam 6 batch itu dirancang sebagai pelatihan menyeluruh yang mencakup dasar-dasar teknisi, pemahaman mendalam tentang produk-produk unggulan perusahaan. Selain itu, terdapat pelatihan administrasi, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi. Pelatihan akan dilakukan oleh para pengajar SMK Negeri 2 Surabaya yang telah mendapatkan pembekalan, dan didampingi oleh para teknisi senior. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore