Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 18.08 WIB

Ribuan Murid Lolos Jalur SNBP di Unair-ITS-UPN, Persaingan Ketat pada Program Studi Saintek

Ilustrasi Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP). (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kemarin (18/3) merupakan hari mendebarkan bagi pendaftar seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP). Perguruan tinggi negeri (PTN) telah mengumumkan hasilnya. Kuota yang diberikan rata-rata di atas 20 persen dari keseluruhan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru. Sejumlah program studi favorit diperebutkan dengan persaingan sangat ketat.

Di Universitas Airlangga (Unair), dari 27.696 pendaftar hanya 2.407 orang yang diterima dengan tingkat keketatan 8,37 persen. Pendaftar yang lolos berasal dari 1.103 sekolah di 36 provinsi. Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyampaikan, bagi yang belum lolos bisa mencoba jalur seleksi lain. ”Karena proses seleksi dan daya tampung terbatas tentu kami tidak bisa menerima semuanya,” ujarnya kemarin (18/3).

Sejumlah program studi dengan persaingan ketat di Unair yaitu S1 Pendidikan Kedokteran, Farmasi, Ilmu Komunikasi, serta Diploma-4 Teknologi Laboratorium Medik. Nasih mengungkapkan, pihaknya menerima 690 pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). ”Siapkan untuk proses daftar ulang karena ada banyak dokumen yang diperlukan,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa yang lolos tapi tidak mendaftar ulang, itu akan berdampak terhadap kredit skor sekolahnya. Memang tidak ada blacklist, namun peringkat sekolah di database Unair bisa jadi menurun ke posisi bawah. Tentu akan merugikan angkatan sekolah nantinya.

Jumlah Pendaftar Meningkat

Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kasubdit Admisi dan Promosi Nani Kurniati memaparkan, ada 13.948 pendaftar dan hanya 1.547 orang yang diterima melalui jalur SNBP tahun ini.

Ada sejumlah program studi yang paling ketat memperebutkan kursi di ITS. Yakni, kedokteran, bisnis digital, rekayasa kecerdasan artifisial, teknik informatika, dan teknik industri. Sebagai contoh, daya tampung jalur SNBP pada program studi kedokteran hanya 10 orang. Namun, jumlah pendaftar mencapai 384 orang. ”Beberapa program studi yang relatif baru didirikan relatif ketat karena daya tampung masih belum sebanyak lainnya,” tutur Nani.

Program studi terfavorit yakni teknik informatika sebanyak 1.341 pendaftar dengan kuota 60. Serta, teknik sistem dan industri sebanyak 846 peminat dengan kapasitas penerimaan 40 kursi, dan sistem informasi sebanyak 733 pendaftar. Kuota penerima KIP-K di ITS sejumlah 319 orang.

Sama seperti tahun lalu, kuota yang tersedia untuk jalur SNBP sebesar 22 persen dari total seleksi penerimaan mahasiswa baru. ”Peminatnya naik signifikan sebesar 29 persen, tahun lalu 13.937 peminat, sedangkan tahun ini 18.028 peminat,” ungkap dia.

UPN Tambah Kuota

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur Euis Nurul mengatakan, ada 16.017 peminat yang memilih UPN, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah itu, ada 2.082 calon mahasiswa baru yang diterima. Lebih tinggi dari kuota awal sebanyak 1.981 peserta.

Penambahan tersebut tidak melebihi porsi kuota yang ditetapkan panitia pusat yaitu 30-35 dari kuota total. ”Berbeda dari tahun sebelumnya, prodi favorit tahun ini didominasi bidang saintek antara lain kedokteran, bisnis digital, pariwisata, teknologi pangan, dan teknik industri,” paparnya. (dho/nor)

Atur Skala Prioritas

BUAH KONSISTENSI: Karleon Naufal Dzaki meluapkan rasa syukur setelah diterima di jurusan sistem informasi ITS melalui jalur SNBP kemarin (18/3). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore