Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 21.20 WIB

2025, Ditjen Bimas Buddha Kemenag Mekarkan Dua Direktorat, STBAN Menjadi Institut

Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi. (Humas Kemenag) - Image

Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi. (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Direktorat di Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag) melakukan transformasi untuk pendidikan. Hal itu ditandai dengan memekarkan Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha menjadi dua direktorat berbeda. Yakni, Direktorat Urusan Agama Buddha dan Direktorat Pendidikan Keagamaan.

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, ada delapan pesan Menteri Agama terkait program Kementerian Agama tahun 2025. Di Ditjen Buddha realisasi program maupun kebijakan mengacu pada pesan tersebut. Program 2025 pun tidak meninggalkan keberlanjutan program yang sudah berjalan pada 2024, terutama kebijakan strategis yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Contohnya mengawal proses pemekaran Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha menjadi dua direktorat, yakni Direktorat Urusan Agama Buddha dan Direktorat Pendidikan Keagamaan.

“Ini seiring dengan pesan Bapak Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait transisi kelembagaan, di mana Kemenag fokus dan efektif dalam tugas pembinaan umat,” ujar Supriyadi di Jakarta pada Senin (30/12).

Seiring dengan itu, Supriyadi tahun ini terdapat perubahan bentuk dua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN), yakni Raden Wijaya di Wonogiri, Jawa Tengah; dan Sriwijaya di Tangerang, Banten. Kedua STABN itu menjadi institut yang diprioritaskan.

Dia berharap dalam waktu dekat akan terbit Surat Keputusan tentang perubahan bentuk untuk memaksimalkan pelayanan di bidang pendidikan tinggi serta ke depannya mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Supriyadi mengungkapkan, untuk mendukung perubahan bentuk tersebut, di STABN Raden Wijaya telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung layanan pendidikan Agustus 2024 lalu. Pembangunan gedung yang berlokasi di Mondromino itu meliputi gedung rektorat, Fakultas Dharmacarya dan Dharmaduta, laboratorium keagamaan dan perpustakaan.

Pada 2025, Ditjen Bimas Buddha juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 74 miliar untuk pembangunan gedung layanan pendidikan pada STABN Raden Wijaya dan STABN Sriwijaya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, Ditjen Bimas Buddha juga terus menata 49 Dhammasekha yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari total 49 Dhammasekha itu, lanjut Supriyadi, sudah ada 29 Nava Dhammasekha yang keluar nilai akreditasinya. Rinciannya, nilai akreditasi A berjumlah 3, nilai Akreditasi B berjumlah 17 dan nilai Akreditasi C berjumlah 8. Sementara 20 lainnya masih dalam proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM).

“Ditjen Bimas Buddha akan terus melakukan pengembangan pendidikan yang unggul dan terintegrasi, salah satunya adalah akselerasi akreditasi pendidikan formal keagamaan Buddha Dhammasekha. Jadi beberapa Dhammasekha yang belum terakreditasi akan menjadi fokus Ditjen Bimas Buddha tahun 2025, agar proses akreditasi cepat selesai,” jelasnya.

Supriyadi menambahkan, terbitnya Peraturan Menteri Agama RI Nomor 27 Tahun 2024 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha juga akan membuka peluang bagi berkembangnya pendidikan keagamaan Buddha baik formal maupun non formal. Kebijakan ini juga sekaligus akan semakin memperkuat satuan pendidikan keagamaan Buddha dalam rangka memenuhi kebutuhan zaman menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore