
Suasana proses penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2024-2025 Universitas Islam Internasional Indonesia (17/9). Hilmi/Jawa Pos
JawaPos.com – Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menggelar academic convocation atau upacara menandai tahun akademik 2024/2025 di Depok, Jawa Barat pada Selasa (17/9). Jumlah mahasiswa yang hadir masih belum komplit. Bahkan tampak didominasi wajah-wajah Indonesia, padahal mayoritas mahasiswa baru UIII adalah mahasiswa asing.
Ternyata banyak mahasiswa asing yang belum bisa masuk ke Indonesia. Karena masih ada kendala dalam pengurusan student visa atau visa belajar di Indonesia. ’’Insyallah akhir bulan ini bisa diselesaikan,’’ kata Rektor UIII Prof Jamhari usai proses academic convocation.
Pada tahun ini, jumlah mahasiswa baru UIII sekitar 270 orang. Mereka berasal dari 28 negara, termasuk Indonesia. Mulai tahun ini, secara proporsi jumlah mahasiswa asing lebih banyak dibandingkan mahasiswa dari Indonesia. Mahasiswa baru UIII yang berasal dari luar negeri, diantaranya dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Sierra Leone, dan Mesir. Kemudian dari Afghanistan, Maroko, Palestina, Vietnam, serta Liberia.
Jamhari menceritakan ada beberapa negara, yang proses pengurusan visa belajarnya memerlukan sesi wawancara. Kemudian juga ada yang membutuhkan proses security check. ’’Sehingga butuh proses agak lama,’’ katanya.
Kemudian pemerintah Indonesia baru menerapkan aplikasi online untuk pengurusan visa. Sehingga membuat mahasiswa baru UIII dari luar negeri harus upload beberapa dokumen. Dia menyampaikan kerjasama antara UIII dengan Kementerian Hukum dan HAM terkait penerbitan visa berjalan lancar. Bahkan dari pihak Kementerian Hukum dan HAM memberikan sejumlah pendampingan.
’’Karena ini bagian dari promosi Indonesia juga,’’ kata Jamhari. Dia mengatakan proses penerbitan visa belajar bagi mahasiswa asing UIII harus berjalan baik. Kemudian proses belajar atau kuliahnya nanti juga harus baik. Sehingga yang memetik hasilnya adalah Indonesia. Yaitu sebagai barometer baru negara rujukan menuntut ilmu bagi mahasiswa seluruh dunia.
Jamhari mengatakan animo masyarakat dunia untuk kuliah di UIII sangat besar. Jumlah yang mendaftar untuk tahun akademik 2024/2025 mencapai 3.500 orang. Kemudian yang diperiksa dokumennya secara lengkap ada 1.500 orang. ’’Kemudian kita lihat secara administrasi, kesesuaian proposal, dan lainnya, yang kita wawancara sekitar 700 orang,’’ tuturnya.
Setiap mahasiswa diwawancara oleh panel yang terdiri dari tujuh orang dosen. Pertanyaan saat wawancara panel itu meliputi rencana studi dan penelitian. Kemudian rekam jejak akademiknya. Selain itu panel juga menanyakan terkait visi dan misi berkuliah di UIII. Seperti diketahui UIII menjalankan misi dan visi untuk menyebarkan pemahaman Islam khas Indonesia ke dunia. Yaitu Islam yang wasathiyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
