
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2024).
JawaPos.com - Mendikbudristek Nadiem Makarim menjanjikan segera menghentikan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) yang tidak rasional di perguruan tinggi negeri (PTN). Kemendikbudristek akan melakukan pengecekan pada kenaikan-kenaikan yang ugal-ugalan tersebut.
”Lompatan-lompatan yang tidak masuk akal, tidak rasional itu akan kami berhentikan. Jadi, kami akan memastikan bahwa kenaikan-kenaikan yang tidak wajar itu akan kami cek, kami evaluasi,” ujar Nadiem Makarim dalam forum rapat kerja anggota Komisi X DPR pada Selasa (21/5).
Pihaknya terus berkomitmen memastikan kenaikan UKT tetap rasional. Terlebih, semua kenaikan harus mendapatkan rekomendasi dari Kemendikbudristek. Karena itu, jika ada PTN yang akhirnya menaikkan UKT terlalu tinggi dan tidak rasional, akan ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Nadiem menilai, kenaikan UKT harus dijadikan momentum untuk semua pihak lebih bekerja keras lagi dalam memperjuangkan peningkatan penerimaan kartu Indonesia pintar kuliah (KIP-K).
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristek Abdul Haris mengungkapkan bahwa sejatinya hanya 3,7 persen dari total populasi mahasiswa baru 2024 yang masuk kelompok UKT 8–12 alias UKT tinggi. Angka itu pun disebutnya turun dari tahun sebelumnya sebesar 5,9 persen.
Menurut dia, sebagian besar mahasiswa baru 2024 masuk kelompok UKT menengah dengan persentase 67,1 persen dan dikenai UKT kelompok 3–7.
Sementara, 29,2 persen lainnya masuk kelompok UKT rendah. Kelompok itu meliputi mahasiswa dengan UKT 1, UKT 2, dan penerima bantuan KIP-K. Persentasenya naik dari sebelumnya, sebesar 24,4 persen.
Sebagai gambaran, kelompok UKT rendah berada di angka Rp 500 ribu hingga di bawah Rp 2 juta. Kemudian, kelompok UKT menengah Rp 2 juta hingga di bawah Rp 8 juta. Terakhir, kelompok UKT tinggi dengan besaran UKT di atas Rp 8 juta.
”Nah ini, mungkin pimpinan dan anggota komisi X, kami ingin menyampaikan bahwa UKT rendah tetap merupakan dominasi dari para mahasiswa itu,” jelasnya. (mia/c14/fal)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
