
Rektor UHT Supartono (kanan) bersama para petinggi kampus memantau aktivitas para dokter muda di Ruang Aerosol RS Gigi dan Mulut UHT pada Jumat (22/3).
JawaPos.com–Akreditasi menjadi perhatian penting lembaga pendidikan tinggi. Tidak terkecuali Universitas Hang Tuah (UHT). Berbagai upaya ditempuh untuk meningkatkan akreditasi kampus demi mutu pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pekan lalu UHT menerima akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Menurut Rektor Prof Dr Ir Supartono MM CIQaR, pihaknya membutuhkan waktu tiga tahun untuk mempersiapkan akreditasi.
’’Mulai mempersiapkan segala fasilitas yang kemudian kami buat laporannya untuk diajukan (ke BAN PT),” jelas Supartono.
Setelah semua siap, dokumen lengkap diajukan pada Desember 2023. Tim asesor lantas melakukan penilaian langsung ke kampus selama tiga hari. Asesmen berlangsung pada 15–17 Maret.
’’Hari pertama, tim asesor meninjau fasilitas di fakultas kedokteran gigi (FKG), kapal simulasi fakultas vokasi perkapalan (FVP), dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UHT,” ungkap Supartono kepada Jawa Pos.
Ruang Aerosol RSGM UHT menjadi salah satu fasilitas yang dinilai tim asesor BAN PT. Ruangan itu dilengkapi dengan sensor yang akan menunjukkan tekanan udara di dalam ruangan.
Alat pengukur tekanan hyperbaric chamber di Lembaga Kesehatan Kelautan TNI-AL RSPAL dr Ramelan.
’’Jadi, kalau pintu terbuka, tekanannya negatif,” ungkap Dekan FKG Nora Lelyana.
Saat pintu tertutup, tekanan di dalam ruangan netral atau ditunjukkan dengan angka nol. Itu artinya, ruangan tersebut steril. Di dalam ruangan itu, para dokter muda mempraktikkan ilmu mereka langsung terhadap pasien.
Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) menambah satu spesialisasi anyar pada Senin (25/3). Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) kedokteran kelautan yang didirikan UHT menjadi yang kedua di Indonesia setelah Universitas Mataram. Pendiriannya dilatarbelakangi jumlah spesialis kelautan yang masih sedikit di tengah dominannya kawasan laut di Indonesia.
Rektor UHT Prof Dr Ir Supartono MM CIQaR menyatakan, spesialis kelautan bakal mengisi ruang-ruang di rumah sakit pelabuhan. Selama ini kasus kesehatan di laut harus ditangani di darat.
”Di darat pun harus dirujuk ke RSPAL dr Ramelan. Jadi, panjang perjalanan penanganan ini,” kata Supartono.
Jika dokter spesialis kelautan sudah tersebar di berbagai rumah sakit pelabuhan, penanganan bisa lebih cepat. Selama ini, dokter hanya menjalani sertifikasi atau kursus.
”Pendidikan spesialis kelautan banyak juga yang ke Malaysia atau Belanda,” jelas Supartono.
Dibukanya PPDS kedokteran kelautan di Surabaya diharapkan mampu mengambil ceruk pasar luar negeri tersebut. ”Dokter juga bisa menjalani pendidikan yang lebih murah daripada di luar negeri,’’ ujar Supartono.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
