Guru Besar Binus University Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. (Dok. Binus)
JawaPos.com - Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang seolah sudah menjadi kanker. Budaya ini, disadari atau tidak, sudah mulai dipupuk sejak seseorang masih duduk di bangku sekolah, sebelum kemudian menduduki jabatan penting saat dewasa dan menyalahgunakannya.
Jargon-jargon soal melawan dan membinasakan korupsi yang menggema di mana-mana pun sama sekali tidak cukup untuk membendung praktik ini. Sekadar transparansi keuangan pun tidak cukup untuk membuat budaya ini hilang.
“Transparansi merupakan syarat untuk mengatasi korupsi. Namun tidak cukup. Transparansi tanpa pemahaman hanya akan menghasilkan korupsi terbuka. Sains terbuka tanpa trajektori berbasis Pancasila, agama, dan konstitusi, tidak akan efektif melawan korupsi ilmu,” ujar guru besar Binus University, Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. lewat keterangan tertulis yang diterima.
Dikukuhkan sebagai guru besar pada 29 Maret lalu, Prof. Juneman menyampaikan gagasan tersebut dalam sebuah orasi ilmiah berjudul 'Melawan Korupsi Ilmu: Trajektori Sains Terbuka dan Psikoinformatika'.
Ia menyampaikan gagasan bahwa melawan korupsi harus dimulai dengan melawan korupsi ilmu dan pemahaman yang tepat tentang korupsi.
Menurutnya, korupsi berpangkal pada korupsi ilmu. Baik otoritas publik maupun otoritas sains kehilangan kualitas positifnya karena penyalahgunaan otoritas untuk kepentingan lebih sempit.
Menurutnya, orang Indonesia mengalami krisis pengetahuan tentang diri dan komunitasnya sendiri. Orang Indonesia, kata Juneman, lebih tertarik untuk membaca dan mendengarkan satu sisi dari sains global daripada apa yang telah ditemukan oleh peneliti kita sendiri.
“Sains global cenderung menghasilkan ilmu yang terkorupsi karena tekanan ekosistem sains global yang egosentrik dan kompetitif,” katanya.
Juneman menyatakan, sains terbuka juga sering dihadapkan pada tudingan seperti bermuatan ideologi neoliberal. Oleh karena itu, ia menekankan adanya basis etis sains terbuka yang tak tergoyahkan, yaitu Pancasila dan agama sebagai basis lintasan sains terbuka.
“Perlu diketahui bahwa pembangunan hanya akan efektif apabila didasarkan pada kebijakan publik yang melandaskan diri pada sains yang berintegritas, kuat, dan berorientasi pada masyarakat,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
