
Ilustrasi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK SNBT) 2023 dimulai kemarin (8/5). Pada gelombang pertama ini, menurut Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Mochamad Ashari, tidak ada kendala serius.
Ashari mengungkapkan, UTBK SNBT dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 8–14 Mei 2023 dan 22–28 Mei 2023. Pada setiap gelombang, sesi tes dilaksanakan dua kali, pagi dan siang.
Tahun ini tercatat 803.853 orang yang mengikuti UTBK SNBT. Sebagian besar akan mengikuti pada gelombang pertama, yakni 588.519 orang. Sisanya, 215.334 peserta, akan mengikuti pada gelombang kedua. ”Tidak rata dibagi 50 persen untuk masing-masing gelombang. Gelombang pertama lebih banyak,” katanya dalam temu media setelah meninjau pelaksanaan UTBK SNBT di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Artinya, nanti tidak seluruh pusat UTBK digunakan kembali pada tes gelombang kedua. Dari 74 PTN pusat UTBK, hanya 46 PTN yang bakal menggelar tes UTBK gelombang kedua.
Pada gelombang pertama, Universitas Indonesia (UI) diketahui sebagai pusat UTBK yang paling banyak pesertanya. Ada 53.293 pendaftar yang mengikuti tes di UI. Disusul Universitas Sumatera Utara (USU) 38.260 peserta dan Universitas Sebelas Maret (UNS) 30.013 peserta.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu menjelaskan, secara umum, pelaksanaan UTBK tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Tes dilaksanakan menggunakan komputer dan hanya boleh sekali diikuti. Perbedaan mendasar hanya terdapat pada materi soal yang diujikan.
Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Tjitjik Sri Tjahjandarie menyampaikan, pelaksanaan UTBK SNBT berjalan baik meski sistem tes yang dilakukan baru. Mengingat, materi ujian yang diberikan pun baru.
Sementara itu, dalam pelaksanaan UTBK di sejumlah PTN di Surabaya pada hari pertama, terdapat beberapa peserta yang tidak hadir. Di Universitas Airlangga, dilaporkan 68 peserta tidak hadir. ”Yang tidak hadir 68 peserta atau sekitar 2,67 persen,” kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih. Peserta yang tidak hadir tersebut secara otomatis gugur UTBK SNBT.
Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), hasil sidak sesi pertama UTBK ditemukan tiga peserta yang tidak hadir. ”Mereka tidak hadir belum diketahui alasannya. Yang pasti, mereka akan dilaporkan dan tentu langsung gugur SNBT,” terang Wakil Rektor I ITS Prof Adi Soeprijanto.
Sementara itu, Koordinator TIK UTBK SNBT Unesa I Gusti Lanang Putra Eka Prismana mengatakan, pada hari pertama UTBK, terdapat 78 peserta yang tidak hadir. (mia/wan/ayu/ann/c19/fal)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
