
Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat (tengah) menjelaskan soal anggaran penelitian di kampus UT (20/2). Hilmi Setiawan/Jawa Pos
JawaPos.com - Sejumlah perguruan tinggi berlomba-lomba meningkatkan anggaran penelitiannya. Seperti yang dilakukan Universitas Terbuka (UT). Setelah resmi sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) mereka meningkatkan anggaran penelitian dari Rp 37 miliar menjadi Rp 44 miliar.
Peningkatan anggaran penelitian tersebut disampaikan langsung Rektor UT Ojat Darojat. Dia mengatakan peningkatan anggaran penelitian tersebut, diharapkan mampu memompa semangat para dosen dan tenaga kependidikan untuk melakukan penelitian. "Harusnya menyisihkan 10 persen dari PNBP untuk dana penelitian," kata Ojat usai memimpin pemandangan anggaran penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus UT pada Senin (20/2).
Ojat menerangkan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) yang mereka bukukan setiap tahunnya hampir Rp 1 triliun. Sehingga idealnya anggaran penelitian yang disiapkan mencapai Rp 100 miliar. Tetapi tahun lalu mereka baru bisa mengalokasikan anggaran penelitian Rp 37,3 miliar. "Tahun ini kita tingkatkan jadi Rp 44 miliar," jelasnya.
Dia berharap anggaran penelitian itu bisa terserap maksimal. Penelitian yang didanai bisa berupa penelitian kolaborasi. Artinya melibatkan peneliti atau dosen dari kampus lain. Selain itu mahasiswa juga boleh mengajukan proposal riset. Kemudian dikompetisikan atau diseleksi untuk mendapatkan pendanaan.
Ojat mengatakan dengan penambahan anggaran tersebut, diharapkan bisa meningkatkan minat penelitian di kalangan dosen. Selain itu, dosen yang sedang melakukan penelitian, diberikan beberapa kemudahan. Diantaranya dibebaskan dari kewajiban mengajar tatap muka. Sebagai gantinya cukup mengajar secara online atau virtual.
"Dosen tetap wajib menjalankan tugas Tridharma-nya. Yaitu mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat," katanya.
Dia juga menjelaskan, dosen yang menerbitkan karyanya di jurnal internasional akan mendapatkan insentif. Untuk hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional kelas Q1 akan mendapatkan uang Rp 30 juta. Kemudian untuk kelas jurnal di bawahnya mendapatkan imbalan Rp 25 juta dan seterusnya.
Menurut dia, kegiatan penelitian di kalangan dosen sangat penting. Khususnya untuk meningkatkan keilmuan dan kualitas kampus serta mahasiswa. Penelitian yang dilakukan bisa berupa penelitian kelembagaan atau institusi dan penelitian bidang keilmuan. Hilmi Setiawan (*)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
