
Ilustrasi: Pameran seni rupa (JawaPos).
JawaPos.com- Jakarta, Ilmu serta tren di bidang seni dan desain mengalami perubahan yang begitu pesat. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Anindyo Widito mengatakan, untuk merespon perkembangan seni dan desain yang dinamis tersebur, diperlukan kolaborasi riset banyak pihak.
Pesan tersebut dia sampaikan dalam International Conference Dialogue Art dan Design (IC-DAD) bertajuk Transcultural Dialogue on Art and Design yang digelar secara virtual sampai hari ini (7/12). Anindiyo mengatakan dalam forum seminar seperti itu, bisa mempertemukan pihak-pihak yang terkait dengan perkembangan seni dan desain.
"Mulai dari seniman, desainer, kurator, sampai peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi," katanya. Melalui pertemuan tersebit, diharapkan bisa terjalin kolaborasi. Sehingga bisa merespon perkembangan seni dan desain yang begitu pesat. Baik di dalam negeri, maupun secara internasional.
Dia menambahkan seminar internasional yang digelar kali ini fokus pada wacana dan praktik transkultural. Baik itu dari kacamata estetika, sejarah, teknologi, hingga politik identitas. "Kegiatan ilmiah ini mempertemukan seniman, desainer, kurator, peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk merefleksikan praktik seni rupa dan desain dalam kontak lokal dan global," jelasnya. Anindiyo berharap seminar tingkat internasional ini dapat terus berkesinambungan.
Pada sisi lain, dia mengatakam seminar Internasional ini membangun discourse analisys dalam menyikapi eksistensi seni rupa yang selama ini seakan berpusat di Barat. Atau sering dikenal sebagai Euro-Amerika sentrisisme. Salah satu narasumber yang dihadirian adalah Rektor IKJ Indah Tjahyawulan.
Menurut dia, dari berbagai kajian, pemikiran, gagasan dan kritik baik yang disampaikan para narasumber dan article ilmiah dari peserta seminar diharapkan dapat mengcounter pandangan tersebut. "Berangkat dari pemikiran tersebut, Seminar Internasional menghadirkan kajian-kajian dari para akademisi, peneliti, perupa yang memiliki fokus pada wacana transkultural dalam praktik seni," paparnya. Mulai dari seni rupa, dan kerajinan, desain komunikasi visual, desain interior hingga fashion. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
