
KEJAR HERD IMMUNITY: Hingga 22 Juli, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 548 ribu anak yang sudah divaksin secara nasional. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Vaksin anak usia 6-11 tahun sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini pun menjadi awal bagus pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat berjalan dengan lancar.
Meskipun begitu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan vaksin ini tidak akan membawa dunia pendidikan kembali ke masa sebelum pandemi.
"Kalau sebelum pandemi, menurut saya situasinya jelas berubah, walaupun sudah divaksin kan masih ada risiko varian baru ya, lalu juga penggunaan masker tetap harus kan. Jadi kalau sama seperti sebelum pandemi ya tidak bisa, intinya belajar tatap muka bisa seperti semula," ungkap dia ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (5/11).
Sebab menurutnya, vaksinasi ini hanya akan membawa perubahan pada mekanisme pelaksanaan PTM terbatas. Salah satunya terkait dengan kapasitas murid yang masuk sekolah.
"Menurut saya, situasi ini mendorong aktivitas bisa berjalan seperti normal, artinya tatap muka seperti normal, yakni kalau sekarang masih 50 persen, kalau nanti vaksin mungkin bisa full 100 persen," jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan juga harus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengakselerasi dunia pendidikan di Tanah Air.
"Kemudian pembelajaran juga semakin berkembang kan, tidak hanya menggunakan offline, tapi bisa diperkuat sistem berbasis daring," terang Ubaid.
"Iya ini tuntutan yang hari ini dilakukan oleh dunia karena sekarang sudah borderless, semua bisa belajar tidak harus SDM ada di satu negara saja, tapi kita bisa belajar dengan negara lain," tandasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
