Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Oktober 2021 | 17.20 WIB

PTM Terbatas Dilaksanakan, Pemerintah Harus Pastikan Para Siswa Aman

RAWAN PENULARAN: Siswa SDN Airlangga I mengikuti pembelajaran tatap muka pekan lalu. Pemkot Surabaya mengantisipasi lonjakan Covid-19 dengan meningkatkan prokes di lingkungan sekolah. (Frizal/Jawa Pos) - Image

RAWAN PENULARAN: Siswa SDN Airlangga I mengikuti pembelajaran tatap muka pekan lalu. Pemkot Surabaya mengantisipasi lonjakan Covid-19 dengan meningkatkan prokes di lingkungan sekolah. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banyak pihak yang meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ditunda. Hal ini mengingat bahwa masih adanya anak-anak belum divaksin Covid-19 yang berisiko membuat klaster baru di sekolah.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Charlie Albajili mengatakan bahwa pihaknya tidak berkeberatan dengan pelaksanaan PTM itu sendiri. Namun, pemerintah harus memastikan penyelenggaraan benar-benar aman.

"Kita tidak keberatan dengan PTM sepanjang pemerintah tidak lepas tangan atau mengabaikan tanggungjawabnya menjamin pemenuhan kualitas kesehatan tertinggi bagi anak dan warga sekolah. Salah satunya menjamin penyelesaian vaksinasi sebelum adanya PTM," jelas Charlie dalam diskusi daring PTM Pertaruhkan Keselamatan Anak, dikutip Senin (4/10).

Pasalnya dilihat dari kondisi periode sebelumnya, ketika masa penularan Covid-19 sedang mengalami lonjakan drastis, langkah tepat PTM terbatas ditunda. Itu merupakan langkah yang bagus.

"Itu kan PTM batal dan kembali PJJ, di situ kondisi vaksinasi juga masih rendah, aspek pertimbangan epidemiologi tidak terpenuhi," jelasnya.

Hanya saja, ketika kasus melandai, PTM didorong habis-habisan oleh pemerintah. Hal tersebut dinilai merupakan sebuah inkonsistensi kebijakan yang dibuat pemerintah.

"Kita mendorong bagaimana sistem penyelenggaraan sistem pendidikan tahan banting, tidak kemudian sedikit-sedikit berubah, gas dan rem, itu justru bukan kebijakan dengan perencanaan yang baik dan tidak menjamin keselamatan anak," imbuhnya.

"Dengan kebijakan seperti ini, kedepan akan mempertahruhkan kesehatan dan keselamatan anak," tandas Charlie.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore