
Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC) memiliki Prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal D4
JawaPos.com - Sejak tahun 1980 an, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kegunaan pengobatan akupunktur. Hal tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya informasi dan pengetahuan tentang akupunktur di berbagai media, juga semakin banyaknya Puskesmas dan Rumah Sakit yang membuka poli-poli akupunktur dalam pelayanan kesehatan. Juga praktek mandiri. Bahkan belakangan ini, pelayanan kesehatan akupunktur menjadi lahan pembuka lapangan kerja baru yang mandiri. Juga karena semakin banyak berdirinya prodi-prodi akupunktur di Universitas-universitas. Salah satunya adalah prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC).
Sejarah pembukaan prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC) terjadi karena berlakunya peraturan pemerintah yaitu PP 103 tentang pelayanan pengobatan Akupunktur yang selama ini banyak dilakukan oleh akupunkturis lulusan kursus bukan oleh akupunkturis lulusan Pendidikan Tinggi. Aturan PP 103 ini menganggap bahwa pelayanan akupunktur adalah pelayanan kesehatan yang invasif sehingga pelayanan kesehatan ini tidak boleh dilakukan oleh praktisi Akupunktur yang hanya lulusan dari kursus.
Akupunktur di masyarakat luas di kenal dengan istilah Tusuk Jarum. Kata akupunktur berasal dari kata Acupunture, yang terdiri dari kata Accus = jarum, dan Puncture = tusuk. Dalam Bahasa Mandarin disebut sebagai Zhen Jiu, yang artinya Zhen = jarum, Jiu = panas. Dalam Bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Acupuncture and Moxibution (Akupunktur dan Moksibusi).
Padanlima ribu tahun yang lalu, seorang kaisar yang bernama Huang Tie memerintahkan para pengobat/sinshe untuk menyusun buku pengobatan yang tidak hanya terdiri dari ramuan berbagai bahan, tetapi juga yang menggunakan jarum. Kaisar Huang Tie sangat prihatin dengan keadaan kesehatan rakyatnya yang banyak menderita penyakit dan tidak ada obat yang menyembuhkannya. Maka sejak zaman Dinasti Kuning inilah mulai disusun buku Penyakit Dalam Kaisar Kuning yang dikenal dengan sebutan Huang Tie Nei Jing. Ilmu akupunktur tidak disusun oleh satu orang pada suatu masa tertentu saja, tetapi merupakan karya besar yang ditulis dan dicoba uji dari zaman ke zaman sampai sekarang berdasarkan pengalamn praktik para pengobat tradisional di setiap zaman.
Akupunktur dan Pengobatan Herbal sebagai sebuah ilmu kesehatan (pengobatan), bukanlah sebuah ketrampilan sederhana yang hanya terdiri dari pelatihan menusukkan jarum di tubuh manusia yang sedang berobat. Akupunktur adalah sebuah ilmu pengobatan yang mempunyai kesatuan perangkat, yaitu falsafah, sejarah teori pembentukan energi vital/Qi, teori cara pemeriksaan (empat cara pemeriksaan), teori tentang sindrom, penegakan diagnosa, teori ilmu penyakit, teori pemeriksaan nadi, teori meridian dan titik akupunktur, teori memberikan rangsangan, teori materia medika, teori peresepan serta etika dalam mempraktikkan akupunktur dan pengobatan herbal dan banyak hal lagi yang perlu dipelajari.
Dalam praktek akupunktur dewasa ini, ada akupunktur tradisional atau klasik dan ada akupunktur medik yang dipraktekan sesuai dengan pendekatan wawasan kedokteran dan pemerintah menganggap bahwa akupunktur adalah suatu tindak pelayanan medis yang invasif. Dari sinilah maka pada tahun 2014 pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui PP 103 bahwa pelayanan kesehatan Akupunktur tidak boleh lagi dilakukan oleh akupunkturis lulusan kursus tetapi hanya boleh dilakukan oleh akupunkturis lulusan Pendidikan Tinggi.
Bertolak dari peraturan pemerintah tentang PP 103 inilah maka Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC) berinisiatif untuk membuka prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal yang sampai saat ini hanya ada 5 di Jawa Timur dari total 7 jumlah seluruh Perguruan Tinggi Akupunktur di Indonesia.
Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC) membuka Program Studi Akupunktur dan Pengobatan Herbal D4 yang merupakan Lembaga Pendidikan Swasta pertamakali di Surabaya yang membuka Program D4 sehingga mahasiswanya tidak perlu lagi untuk alih jenjang melanjutkan pembelajaran.
Prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya (UKDC) di ampuh oleh dosen-dosen linier sesuai dengan bidang keilmunya lulusan dari luar negeri, yaitu lulusan dari China dan dari Amerika Serikat, dengan unggulan prodi untuk Paliatif Stroke serta Pengobatan Ibu dan Anak. Pihak Universitas menyediakan sarana belajar dari dosen yang sesuai dengan bidang keilmuannya, selain ilmu akupunktur dan herbal diajarkan juga ilmu pijat dan kerokan yang benar, ruang klas yang nyaman, sarana laboratorium dan tempat praktek mahasiswa.
Bagi yang ingin mengetahu lebih lanjut dan lengkap tentang Akupuntktur dan Pengobatan Herbal, silahkan menghubungi Prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal D4 di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
