Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juli 2018 | 04.15 WIB

Pantau Hari Pertama Sekolah di Papua, Mendikbud Puas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy ketika memantau aktivitas hari pertama sekolah di Abepura, Papua, Senin (16/7) - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy ketika memantau aktivitas hari pertama sekolah di Abepura, Papua, Senin (16/7)

JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Papua, Senin (16/7). Di sana Muhadjir menghadiri apel hari pertama sekolah (HPS) di beberapa tempat.


Menteri yang ramah senyum ini mengaku bangga dengan perkembangan pendidikan di Bumi Cenderawasih. Mulai dari segi SDM, maupun sarana dan prasarananya.


Muhadjir menilai sekolah di Papua yang tidak kalah dengan sekolah di daerah lain. "Saya berkunjung ke SD yang sangat bagus, tidak kalah dengan SD di tempat lain, khususnya di Jawa," ujar dia saat mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri Kotaraja, Abepura, Papua.


Dia lantas meminta Pemerintah Provinsi Papua bisa mengimbaskan sekolah yang bagus ini ke sekolah-sekolah lainnya, yang kondisinya masih kurang.


Selain menghadiri Apel, Mendikbud juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar dan memberikan kemajuan untuk Papua. Dia berpesan agar sekolah dapat menyambut siswa dengan suasana yang menggembirakan.


"Beri siswa harapan dan semangat. Bangun optimisme mereka, agar siswa semakin termotivasi mengejar impiannya," kata Muhadjir.


Pengenalan terhadap fasilitas dan peraturan sekolah, menurut Muhadjir, perlu disampaikan dengan baik dan penuh keramahan. Para guru memperkenalkan diri juga dengan penuh keterbukaan, yang selanjutnya mendengarkan harapan dari siswa.


"Pendidik perlu memahami bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing," beber Muhadjir.


Turut dalam kunjungan kerja kali ini Sekretaris Jenderal, Didik Suhardi; Direktur Jenderal


Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad; Staf Ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw; Staf Khusus Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman; Direktur Pembinaan SD, Khamim; Direktur Pembinaan SMP, Supriano.


Zonasi Untuk Pemerataan Pendidikan Berkualitas


Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejatinya memiliki tujuan yang mulia. Yakni soal pemerataan akses pendidikan.


Sekalipun memang, masih ada sejumlah kekurangan yang mesti dibenahi. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, keberhasilan implementasi sistem zonasi ditentukan oleh sinergi tiga elemen.


Muhadjir mengistilahkannya dengan sebutan 'Tripusat Pendidikan'. Yakni sekolah, masyarakat, dan keluarga.


"Sehingga perlu disadari bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya di satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Diharapkan jika ada hal-hal negatif yg menerpa siswa kita, bisa diatasi dengan kerja sama antara tiga pihak itu.” kata Mendikbud disela-sela kunjungan kerjanya ke Abepura, Papua, Senin (16/7).

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore