
Praktisi pendidikan, Najeela Shihab
JawaPos.com - Sama-sama terlahir dari kelarga Shibab, Najeela memiliki kesibukan yang hampir sama sibuknya dengan adiknya Najwa Shihab. Walaupun keduanya menekuni dunia profesionalisme yang berbeda.
Najeela Shihab fokus ke dunia pendidikan, sedangkan sang adik di bidang jurnalistik. Bicara soal Ramadan dan Idul Fitri, Najeela yang merupakan pendidik pendiri sekolah Cikal berpendapat bahwa bulan suci ini adalah momentum latihan untuk evaluasi diri. Sementara, Lebaran merupakan kelanjutan atau kontinyuitas dari seluruh latihan yang dilakukan.
Perempuan dengan latar belakang pendidikan psikologi itu mengatakan, latihan yang dilakukan saat berpuasa sebaiknya konsisten dilakukan saat setelah Lebaran. Sebab, jangan sampai apa yang sudah dilakukan menjadi sia-sia.
"Ramadan kan sarana latihan, latihan macam-macam termasuk latihan empati mengendalikan emosi. Bagaimana Lebaran itu jadi momentum melanjutkan pengendalian diri. Jangan setelah Lebaran usahanya bubar jalan, selesai begitu saja," ungkapnya kepada JawaPos.com.
Lebih jauh perempuan yang fokus pada bidang Pendidikan Anak itu mengatakan, sehingga pada hari raya Idul Fitri tidak dijadikan sebagai ajang balas dendam atas apa yang sudah ditahan selama Ramadan.
"Apa yang dilakukan saat Ramadan sudah disiplin termasuk menahan makan minum dan salat Tarawih. Jangan justru menjadi kendur sesudahnya," ungkapnya.
Tentu dalam momentum Lebaran, Najeela lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Agenda keluarganya, justru selalu seru setiap tahun. Apalagi sang ibunda memiliki belasan bersaudara.
"Pokoknya seru deh bisa ratusan orang kalau Lebaran itu kumpul. Dan tiap tahun saking banyaknya anggota keluarga, itu harus hapalin lagi satu-satu. Ada yang baru nikah, ada yang baru punya anak, atau lagi hamil, pokok ya seru," katanya tertawa.
Kebetulan rumah keluarga mereka berdekatan antara kakak beradik termasuk dengan Najwa Shihab. Sehingga anjangsana saling berkunjung keluarga tentu tak hanya dilakukan saat berlebaran.
"Kami sih kumpul-kumpul ramai saja maaf-maafan. Tak ada tradisi sungkem, enaknya ya karena rumah kami berdekatan," jelas Najeela.
Bahkan untuk menambah kemeriahan suasana Lebaran bagi anak-anak di keluarganya, seringkali digelar pula perlombaan atau sejenis games. Bahkan ada pula doorprize atau hadiah bagi yang beruntung.
"Makanya ramai banget deh seru. Tujuannya menjalin silaturahmi dan keakraban di antara keluarga. Sedangkan kalau kumpul sama teman-teman lama biasanya masih dalam momentum Lebaran di hari-hari berikutnya," tutur Najeela.
Selama ini dia memang dikenal sebagai tokoh perempuan dan pendidik. Tak hanya lewat pendidikan formal, Najelaa juga aktif di berbagai kegiatan non formal seperti mendirikan inibudi.org sebagai jembatan edukasi untuk guru mendapatkan konten materi pembelajaran, serta menggagas terbentuknya Pesta Pendidikan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
