
Tim I-Humble berada di dalam laboratorium.
JawaPos.com - Saat ini, deteksi terhadap gangguan kesehatan bernama angina pectoris atau angin duduk ini dapat dilakukan menggunakan Electro Cardio Graph (ECG). Sayangnya, ECG ini hanya dimiliki rumah sakit saja, sehingga pasien “angin duduk” sebagian besar tak tertolong, apalagi di daerah-daerah terpencil yang jauh dari rumah sakit.
Beberapa mahasiswa menciptakan alat yang dinamakan i-Humble, singkatan dari Innovation Heart Monitoring Portable Device. Alat ini dilengkapi dengan filter digital dan sistem pakar.
Dengan menggunakan filter digital alat ini memungkinkan grafik sinyal jantung yang dihasilkan lebih mudah dibaca. Salah satu innovator Ahmad Nurianto mengatakan, dalam alat ini ditambahkan sistem pakar yang dapat mendeteksi besar resiko pasien terserang penyakit angin duduk. Alat ini juga menggunakan tampilan layar sentuh, sehingga menambah nilai plus pada kemudahan pengoperasian alat ini pada penggunanya.
Biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini tidaklah besar. Pengoperasiannya pun mudah. “Dengan demikian kami berharap alat ini dapat menjangkau tenaga medis yang berada di pelosok-pelosok desa di Indonesia, mengingat deteksi dini angin duduk dan penyakit jantung lainnya penting untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ahmad yang dalam membikin alat ini bersama timnya yaitu Aji Sapta, Rahardian, Difa Fanani, dan Novi Dwi.
Kelima mahasiswa yang merupakan mahasiswa Unair ini mendapatkan dana pengembangan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) program PKM tahun 2016-2017 karena produk I-Humble tersebut. (ina/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
