
USBN 2017 di Sidoarjo
JawaPos.com – Ribuan siswa tingkat SMP sederajat mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) Senin (17/4). Ujian hari pertama itu berlangsung lancar. Baik sekolah yang sudah melaksanakan computer based test (CBT) maupun kertas dan pensil. USBN itu sekaligus menjadi penentu kelulusan.
Total 31.048 siswa di Kota Delta mengikuti USBN. Perinciannya, SMP 25.596 siswa, madrasah tsanawiyah (MTs) 5.429 siswa, dan SMP terbuka 23 siswa. Sedangkan lembaga penyelenggara sebanyak 226 (selengkapnya baca grafis).
Berbeda dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), pelaksanaan USBN di Sidoarjo masih belum 100 persen menggunakan komputer. Hanya ada 38 lembaga atau 23 persen dari total SMP yang sudah CBT. Sisanya berbasis kertas dan pensil.
Pantauan Jawa Pos,rata-rata pelaksanaan USBN berjalan lancar.Di SMPN 5 Sidoarjo misalnya. Sekolah di Jalan Untung Suropati itu telah melaksanakan USBN CBT. Dalam satu ruang, ada 263 siswa terlihat penuh konsentrasi mengerjakan soal mata pelajaran (mapel) pendidikan agama dan budi pekerti. ”Ruangan ini sebenarnya untuk tiga kelas. Rencana mau dijadikan aula. Nah, untuk sementara ini digunakan USBN,” kata Achmad Lutfi, kepala SMPN 5 Sidoarjo.
Achmad mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan USBN dengan CBT. Dengan fasilitas 90 unit komputer, pelaksanaan USBN dijadikan tiga sesi. Pelaksanaan CBT itu sekaligus mempersiapkan UNBK pada 3–6 Mei. ”Kami sudah memulai ujian sekolah dan tryout menggunakan komputer,” ujarnya.
SMPN 5 Sidoarjo baru pertama akan melaksanakan UNBK pada tahun ini. Karena itu, setiap ujian di sekolah menggunakan CBT. Tujuannya, kematangan siswa dalam mengerjakan soal menggunakan komputer semakin kuat. ”Anak-anak justru merasa enak menggunakan komputer daripada kertas dan pensil. Tidak bingung harus mengarsir,” katanya.
Dalam pelaksanaan USBN CBT, seluruh soal sudah di-download saat sinkronisasi server. Ada dua jenis soal yang dikerjakan. Yakni, 40 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal uraian. Waktu pengerjaannya 120 menit setiap mapel. ”Kami sediakan kertas untuk siswa menjawab soal uraian,” ungkap dia.
Achmad mengatakan, USBN berbeda dengan ujian sekolah. Sebab, penyusunan 20 persen soal USBN dilakukan oleh pusat dan 80 persen dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Jawa Timur. ”USBN disediakan dua paket soal. Setiap siswa, soalnya diacak,” jelasnya.
Berbeda dengan UNBK, lanjut dia, sekolah tidak menyiapkan genset untuk USBN. Meski demikian, dia berharap selama pelaksanaan tidak terjadi masalah listrik. ”Tidak pakai genset karena memang mahal,” ujarnya.
Achmad menuturkan, setelah USBN tuntas, pihaknya akan melakukan pemantapan UNBK lagi. Harapannya, siswa tidak grogi dalam menghadapi UNBK. Begitu juga para orang tua atau wali murid. ”Justru orang tua yang khawatir. Karena memang baru pertama di sekolah kami,” katanya.
Pelaksanaan USBN di SMPN 3 Sidoarjo hari pertama juga berlangsung lancar. Total 273 siswa melaksanakan USBN secara serentak dengan CBT. ”Kami hanya ada satu sesi saja untuk USBN,” kata Muflich Hasyim, kepala SMPN 3 Sidoarjo.
Muflich mengungkapkan, untuk USBN, memang sengaja digunakan CBT dalam satu sesi saja. Sebab, seluruh siswa diminta membawa laptop sendiri. ”USBN ini semua menggunakan laptop siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Mustain Baladan menyatakan, UNBK tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Tapi, sebagai pemetaan sekolah. Adapun USBN masuk kriteria kelulusan siswa. ”Kelulusan siswa dilihat dari nilai akhir (NA),” katanya.
Nah, NA tersebut diambil dari 50 persen nilai sekolah (NS) dan 50 persen ujian nasional berbasis kertas. NS itu sendiri didapat dari 70 persen nilai rapor dan 30 persen USBN. ”Jadi, USBN juga masih menjadi pertimbangan kelulusan,” jelasnya. (ayu/c10/hud/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
