
LEKAS PAHAM: Dari kiri, Dwi Yuliastini, Niluh Ayu, dan Chatarina Wulandari praktik membuat es krim pisang dibimbing Tanya Garcia di EF Kitchen kemarin.
JawaPos.com - Suasana berpengaruh terhadap proses belajar asing. Cara belajar yang lekat dengan aktivitas sehari-hari membuat materi lebih cepat nyantol. Memasak, misalnya.
Ada tujuh murid yang mengikuti kelas memasak kemarin (21/3).
Kelas di English First (EF) Pakuwon Trade Center (PTC) Supermal itu bukan lagi sebuah ruangan yang terdiri atas kursi, meja, dan papan tulis. Melainkan berupa dapur bersih lengkap dengan kitchen set, lemari es, dan meja makan.
’’Hello, how are you today? (halo, bagaimana kabar Anda hari ini?)’’ sapa teacher Andy Hunt dan Tanya Garcia. Sebelum dimulai, dua guru asing itu mengajak murid-murid yang terdiri atas undangan berusia 30-an menari. Lompat, berputar, dan bergerak ke kanan-kiri. Semua terlihat bahagia. Tawa lepas mengiringi proses belajar selama 30 menit tersebut.
Materi kali ini tentang es krim pisang (banana split). ’’What is this? (apakah ini?)’’ ucap Tanya sambil memegang pisang. Murid-murid langsung menjawab serentak. Selain pisang, dia memperkenalkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sajian tersebut. Ada cherry, saus cokelat, es krim dengan tiga varian rasa, serta sprinkle.
Kemudian, mereka bersama-sama membuat es krim pisang. Seluruh percakapan di dalam kelas menggunakan bahasa Inggris. Jauh dari suasana tegang. Canda tawa menemani proses belajar itu. Andy dan Tanya aktif memancing komunikasi dengan seluruh murid.
Kebebasan berkreasi, tampaknya, manjur untuk mengakrabkan para siswa. Ada yang menggunakan es krim vanila dan cokelat. Ada pula yang lebih suka es krim stroberi. Mereka menggabungkan bahan-bahan dalam satu piring. Ibarat melukis, mereka membuat wajah tersenyum dengan bahan-bahan es krim. Lantas, satu per satu murid bercerita tentang es krim yang dibuat.
’’Ayo kita makan,’’ ajak Tanya setelah seluruh murid mempresentasikan karya es krim mereka. Tidak sampai 10 menit, es krim itu pun ludes. Andy dan Tanya ikut menikmati es krim bersama murid-murid.
Center Director EF PTC Supermal Dimas Haryo Bramantyo menjelaskan, EF Kitchen merupakan fasilitas mutakhir dalam pembelajaran EF. Tidak hanya lebih pintar, kreativitas dan belajar berkelompok terasah dengan baik.
’’Kalau belajar dengan praktik dan cara yang menyenangkan, pelajaran paling susah pasti bisa masuk ke pikiran,’’ ungkapnya. Dimas mencontohkan saat melatih kosakata bahasa Inggris minum. ’’I am drinking,’’ katanya sambil minum segelas air putih. Saat guru praktik itulah murid mampu mengingatnya. (bri/c15/nda)

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Resmi! Link Live Streaming Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Jadwal Clash of Legends Barcelona Legends vs DRX World Legends: Siaran Langsung, Live Streaming dan Daftar Skuad Kedua Tim!
Disiarkan di Televisi? Informasi Lengkap Clash of Legends Jakarta 2026! Patrick Kluivert Siap Comeback di GBK
Jadwal Clash of Legends Jakarta 2026! Duel Epik Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
