Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Maret 2017 | 03.45 WIB

Mengenal Jepang dari Mahasiswa Jepang dalam Bahasa Indonesia

AKRAB: PPI Osaka-Nara bersama pelajar Jepang. - Image

AKRAB: PPI Osaka-Nara bersama pelajar Jepang.


JawaPos.com - Di tengah musim dingin yang cukup menggigil, PPI Osaka-Nara bersama Jurusan Bahasa Indonesia Osaka University mengadakan acara Kouryu-kai pada Februari lalu. Kouryu-kai atau yang dikenal sebagai Bincang Bersama tersebut dilakukan dengan mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Osaka University, Toyonaka Campus, Jepang.


Acara kali ini mengangkat tema Perayaan Tahun Baru di Jepang. Oleh karena itu, makanan khas Jepang yaitu mochi bahan utama. ’’Saat kami dari PPI Osaka-Naratiba di lokasi, teman-teman Jepang sudah mulai menghidangkan zouni, yaitu sup miso dengan isi mocha dan sayuran yang biasa disajikan saat perayaan tahun baru,’’ ujar Pijar Religia, mahasiswa Master di Jurusan Biotechnology, Osaka University. 



Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia tingkat dua dan tingkat tiga. Bahasa Indonesia mereka bisa dibilang bagus, walaupun logat Jepang masih sangat kental terdengar.


Dan tentunya, kata-kata Jepang asli seperti “Eeto,” atau “Anoo,”masih terucap sesekali. Bahasa Indonesia yang merekagunakan pun sangat formal. ’’Kalau kita biasa berkata, aku gak ngerti maka mereka akan bilang, saya tidak mengerti, terdengar kaku memang, tetapi sangat menarik untuk didengar,’’ papar Pijar.



Selain itu, salah seorang mahasiswa Jepang memberikan sedikit presentasi tentang perbedaan bentuk mochi di beberapa kawasan di Jepang. Daerah Kansai, masih termasuk Osaka tempat Pijar berada sekarang, memiliki bentuk mochi yang bundar. Namun, di daerah Kanto, kebanyakan mocha berbentuk persegi.



Mereka bercerita, bahwa di zaman Edo, saat populasi tumbuh pesat, membuat mocha berbentuk bulat lebih sulit dan merepotkan. Karena itu, mereka mulai membuat adonan yang lebih panjang dan memotong adonan tersebut sehingga menjadi persegi. Itulah mengapa di Kanto mocha persegi lebih populer. ’’Dan yang mengagumkan adalah, mereka menjelaskannya dalam bahasa Indonesia,’’ ungkapnya. 



Niatan untuk melaksanakan acara ini, sebulan sekali pun disampaikan oleh pihak Jurusan Bahasa Indonesia Osaka University, dengan tujuan melatih teman-teman jurusan bahasa Indonesia bicara langsung dengan penutur asli yang dalam hal ini adalah teman-teman dari PPI Osaka-Nara.



Mempelajari bahasa baru tentunya bukan hal yang mudah. Pijar yakin banyak sekali teman-teman Indonesia yang kesulitan dalam mempelajari bahasa Jepang agar bisa survive di tanah orang. ’’Tetapi, melihat bagaimana teman-teman Jepang yang juga sama-sama belajar mempelajari bahasa Indonesia, kami sadar bahwa mempelajari bahasa dengan situasi yang menyenangkanakan sangat membantu,’’ ulasnya. (ina/tia)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore