
AKRAB: PPI Osaka-Nara bersama pelajar Jepang.
JawaPos.com - Di tengah musim dingin yang cukup menggigil, PPI Osaka-Nara bersama Jurusan Bahasa Indonesia Osaka University mengadakan acara Kouryu-kai pada Februari lalu. Kouryu-kai atau yang dikenal sebagai Bincang Bersama tersebut dilakukan dengan mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Osaka University, Toyonaka Campus, Jepang.
Acara kali ini mengangkat tema Perayaan Tahun Baru di Jepang. Oleh karena itu, makanan khas Jepang yaitu mochi bahan utama. ’’Saat kami dari PPI Osaka-Naratiba di lokasi, teman-teman Jepang sudah mulai menghidangkan zouni, yaitu sup miso dengan isi mocha dan sayuran yang biasa disajikan saat perayaan tahun baru,’’ ujar Pijar Religia, mahasiswa Master di Jurusan Biotechnology, Osaka University.
Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia tingkat dua dan tingkat tiga. Bahasa Indonesia mereka bisa dibilang bagus, walaupun logat Jepang masih sangat kental terdengar.
Dan tentunya, kata-kata Jepang asli seperti “Eeto,” atau “Anoo,”masih terucap sesekali. Bahasa Indonesia yang merekagunakan pun sangat formal. ’’Kalau kita biasa berkata, aku gak ngerti maka mereka akan bilang, saya tidak mengerti, terdengar kaku memang, tetapi sangat menarik untuk didengar,’’ papar Pijar.
Selain itu, salah seorang mahasiswa Jepang memberikan sedikit presentasi tentang perbedaan bentuk mochi di beberapa kawasan di Jepang. Daerah Kansai, masih termasuk Osaka tempat Pijar berada sekarang, memiliki bentuk mochi yang bundar. Namun, di daerah Kanto, kebanyakan mocha berbentuk persegi.
Mereka bercerita, bahwa di zaman Edo, saat populasi tumbuh pesat, membuat mocha berbentuk bulat lebih sulit dan merepotkan. Karena itu, mereka mulai membuat adonan yang lebih panjang dan memotong adonan tersebut sehingga menjadi persegi. Itulah mengapa di Kanto mocha persegi lebih populer. ’’Dan yang mengagumkan adalah, mereka menjelaskannya dalam bahasa Indonesia,’’ ungkapnya.
Niatan untuk melaksanakan acara ini, sebulan sekali pun disampaikan oleh pihak Jurusan Bahasa Indonesia Osaka University, dengan tujuan melatih teman-teman jurusan bahasa Indonesia bicara langsung dengan penutur asli yang dalam hal ini adalah teman-teman dari PPI Osaka-Nara.
Mempelajari bahasa baru tentunya bukan hal yang mudah. Pijar yakin banyak sekali teman-teman Indonesia yang kesulitan dalam mempelajari bahasa Jepang agar bisa survive di tanah orang. ’’Tetapi, melihat bagaimana teman-teman Jepang yang juga sama-sama belajar mempelajari bahasa Indonesia, kami sadar bahwa mempelajari bahasa dengan situasi yang menyenangkanakan sangat membantu,’’ ulasnya. (ina/tia)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
