Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2017, 05.36 WIB

Belajar Terbangkan Roket Air

DELEGASI: Ananda Deva Fitranti dan rekannya Putri Wahyuningsih dari SMPN 1 Bangil merangkai roketnya karyanya saat mengikuti workshop Rabu (22/2) dari Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan PENS. - Image

DELEGASI: Ananda Deva Fitranti dan rekannya Putri Wahyuningsih dari SMPN 1 Bangil merangkai roketnya karyanya saat mengikuti workshop Rabu (22/2) dari Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan PENS.

JawaPos.com – Belajar sains itu seru. Keseruan tersebut dirasakan siswa-siswi SMP, Rabu (22/2). Pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur itu belajar mempraktikkan pembuatan roket air.


M. Hadhil Adhim, misalnya. Siswa kelas VII SMP IT Al Kahfi, Tarik, Sidoarjo, tersebut sibuk memasang botol sedemikian rupa. Dia tidak sendiri. Ada tiga rekannya yang ikut membikin roket, yakni M. Inamul Fadly, M. Fajrul Falah, dan Rendra Verdian A. Mereka berasal dari kelas VIII di sekolah yang sama.


Hadhil menjelaskan, dirinya merangkai dua botol berukuran besar. Satu botol utuh dan bagian atas botol lainnya sudah digunting untuk kepala roket. Dua botol itu lalu dirangkai sedemikian rupa. Hadhil menambahkan kertas karton atau kertas bekas untuk pemberat pada ujung botol. Dia juga menambahkan empat sirip pada bagian bawah botol. Rangkaian tersebut lantas direkatkan dengan selotip.


Workshop pembuatan roket air yang diselenggarakan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Watu Kosek itu berlangsung seru. Apalagi saat para peserta mencoba meluncurkan roket buatan masing-masing. Ada yang meluncur dan mendarat dengan baik. Ada pula yang meluncur tidak tentu arah. Para siswa mendapatkan pengalaman tersendiri.


Ketua Tim Pengembangan Roket Cair Pusat Teknologi Lapan Arif Nur Hakim menyatakan, roket air bisa dibuat secara sederhana. Melalui roket air, pihaknya ingin menunjukkan cara kerja roket. ’’Kalau menggunakan roket yang sesungguhnya kan berbahaya, kita buat dari roket air,’’ ujarnya.


Teknologi roket air mendekati teknologi roket yang sebenarnya. Ada bahan bakar di ruang bakar yang menghasilkan tekanan. Yaitu, menghasilkan gas bertekanan dan bertemperatur tinggi. ’’Energi panas diubah ke energi gerak dan menghasilkan dorongan,’’ terangnya.


Hal serupa terjadi dalam roket air. Botol roket diisi air, lalu dipompa dengan pompa udara sehingga muncul tekanan. Tekanan yang tinggi mendorong air dan memasukkan udara ke atas. Tekanan pun makin tinggi. ’’Pada tekanan tertentu bisa kita lepas,’’ katanya.


Hari itu Arif juga membagi pengetahuan tentang bodi roket. Termasuk bentuk sirip dan ketebalan sirip yang mampu memengaruhi peluncuran roket. Menurut dia, belajar membuat roket secara langsung bisa memberikan pengalaman tersendiri kepada siswa. Apalagi, dalam materi pelajaran sehari-hari, tidak banyak siswa yang berpraktik membuat roket.


Selain memperkenalkan cara membuat roket, workshop itu menanamkan minat pada ilmu pengetahuan terhadap siswa. Apalagi, pada masa mendatang, dibutuhkan banyak ilmuwan yang bertalenta.



Pusat Teknologi Roket Lapan, ungkap dia, juga bercita-cita membuat roket pengorbit satelit secara mandiri. Selama ini sudah ada beberapa negara yang berhasil membikin roket pengorbit satelit masing-masing. ’’Kita juga harus bisa,’’ tandasnya. (puj/c14/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore