Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 19.03 WIB

Gelar Uji Coba Agar Siswa Tak Gagap UNBK

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK. - Image

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK.


JawaPos.com- Kemendikbud menyiapkan diri menghadapi kemungkinan melonjaknya peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Caranya adalah dengan menjalankan uji coba UNBK akhir Februari nanti.



Sekolah yang mengajukan diri untuk melaksanakan UNBK terus bertambah. Berdasar data per 23 Januari, ada 6.588 SMP, 5.866 SMA, dan 7.589 SMK yang mengusulkan menjadi penyelenggara UNBK. ’’Data akan terus bertambah karena usulan dari daerah masih terus dibuka,’’ kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam.



Nizam menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK sangat banyak. Sebab, mereka tidak hanya siswa di sekolah penyelenggara UNBK, tetapi juga siswa sekolah lain yang menumpang ke sekolah penyelenggara UNBK. Sampai sekarang, Kemendikbud belum menetapkan jumlah sekolah yang numpang ujian.



Nah, untuk mempersiapkan pelaksanaan UNBK, Kemendikbud akan melakukan uji coba. Menurut Nizam, uji coba tersebut tidak seperti tryout. ’’Uji coba ini sekadar mengenalkan sistem operasi UNBK ke siswa,’’ tutur guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu.



Untuk bisa melakukan uji coba UNBK, unit komputer di sekolah harus disinkronisasi dengan server Kemendikbud. Hal itu dilakukan agar butir soal ujian untuk uji coba bisa terunduh sampai di sekolah-sekolah. Siswa bisa memanfaatkan sesi uji coba UNBK itu supaya siap saat ujian nasional (unas) resmi berlangsung.



Nizam juga mengingatkan sekolah tidak berlebihan dalam bersiap menghadapi unas. Misalnya, menggunakan model mengerjakan butir-butir soal atau prediksi unas. Menurut dia, yang penting adalah guru berkonsentrasi dalam penuntasan materi ajar.



Sementara itu, anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur berharap Kemendikbud segera menetapkan sekolah yang melaksanakan UNBK. Juga, sekolah yang menumpang dan sekolah yang tetap melaksanakan unas berbasis kertas. ’’Supaya kami di daerah bisa bersiap mengatur penjadwalan,’’ kata wakil kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, itu.



Saat ini beredar kabar yang tidak jelas terkait pelaksanaan UNBK. Mansur mendapat informasi bahwa peserta ujian di wilayahnya dipersiapkan untuk mengikuti UNBK. Namun, belum ada keputusan resmi dari Kemendikbud. Menurut rencana, keputusan final dari Kemendikbud diumumkan saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan pada 25–27 Januari di Depok. (wan/c17/ca)






Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore