
JADIKAN LEBIH BAIK: Mahbubah yang diapit Nabila Putri (kiri) dan Zulfa Nurfitri mendiskusikan upaya hemat energi serta perawatan lingkungan
Hemat energi dan cinta lingkungan hendaknya ditanamkan sejak dini. Siswa SMAN 5 Surabaya, di bawah bimbingan Mahbubah, menerapkan kebiasaan baik itu setiap hari.
JUMAT (20/1), pukul 14.00 WIB, suasana SMAN 5 tampak sepi. Ruang-ruang kelas kosong karena sudah ditinggal siswa. Siang itu, hanya ada beberapa siswa yang bermain basket di lapangan.
Di tengah suasana sepi itu, Mahbubah berjalan menuju lorong sekolah. Dia membuka pintu beberapa ruang kelas sambil menengok ke atas. Melihat ke samping kiri-kanan, menengok keadaan AC (air conditioner). Memastikan apakah semuanya sudah dalam kondisi off. ”Semuanya sudah off,” tegas manajer hemat energi SMAN 5 tersebut.
Kebiasaan mematikan alat elektronik yang tidak digunakan, menurut dia, memang sudah menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah. Itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekolah dalam menghemat energi.
Juara I Manajer Hemat Energi Kementerian ESDM 2016 tersebut mengatakan, di SMAN 5 ada beberapa peraturan penggunaan AC. Di antaranya, jam pemakaian dan pilihan suhu.
Untuk masa penggunaan AC, siswa baru boleh menyalakannya pada pukul 08.00–15.00. Untuk suhu, AC hanya boleh disetel maksimal 24–25 derajat Celsius. ”Suhu tersebut kami pilih karena masuk kategori suhu ruang. Penggunaan AC pada suhu tersebut akan menghemat pengeluaran listrik,” jelas guru biologi itu.
Selain AC, program hemat energi tersebut diterapkan pada masing-masing siswa. Salah satunya mengenai aturan dilarang nge-charge sembarangan alat elektronik seperti handphone dan laptop.
Perempuan kelahiran 14 Desember 1968 itu menerangkan, pembiasaan hemat energi tersebut bukan tanpa kendala. Sebab, beberapa kebijakan itu dianggap cukup ”menyiksa” siswa. Padahal, pembiasaan tersebut terbilang sederhana.
Dia mencontohkan AC. Sejak pagi, ada siswa yang mengeluh kepanasan karena AC tidak segera on. Maklum, para siswa sudah masuk kelas pukul 06.30. ”Itu artinya selama satu setengah jam siswa harus bertahan tak menggunakan AC,” jelas ibu dua putra itu.
Keresahan lain yang dihadapi siswa ada pada pembatasan charge. Khususnya charge handphone yang sering digunakan siswa sehari-hari. ”Baterai mereka drop karena terlalu sering digunakan untuk internet,” bebernya.
Agar gerakan efektif, sekolah membentuk tim hemat energi. Anggotanya tersebar di kelas X–XII. Di setiap kelas ada dua siswa yang menjadi anggota tim hemat energi. Tugasnya memantau teman sekelas dan menularkan gaya hidup hemat energi.
Bukan hanya di sekolah. Tim hemat energi juga berkewajiban menyebarkan efisiensi penggunaan energi kepada masyarakat luas. Mahbubah menuturkan bahwa siswa langsung turun ke jalan untuk kampanye. ”Anak-anak biasanya sosialisasi di perempatan lampu merah dan car free day (CDF) di Taman Bungkul,” terangnya.
Berkat berbagai langkah itu, saat ini pengeluaran listrik di sekolah tersebut bisa ditekan. Dari Rp 32 juta kini tinggal Rp 24 juta per bulan. ”Ya ini berkat usaha keras semua warga sekolah untuk mewujudkannya,” ujar guru terbaik Ecopreneur2016 tersebut.
Ada pula beragam aktivitas cinta lingkungan. Di antaranya, kegiatan luar kelas dan siswa harus naik kendaraan umum pada waktu tertentu (selengkapnya lihat grafis).
Khusus mengenai hemat energi, tim SMAN 5 meraih delapan penghargaan dalam lomba tingkat nasional. Di antaranya, juara I manajer hemat energi, juara II sekolah hemat energi, juara III rumah hemat, dan juara I jurnalistik hemat energi. ”Senang kami bisa memboyong banyak piala dari lomba yang diselenggarakan ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Red) itu,” jelasnya. (elo/c7/nda/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
