
KOMPETEN: Para siswa antusias mengikuti pelajaran. Guru dituntut mengembangkan kemampuan sepanjang tahun.
JawaPos.com – Minimnya tingkat kelulusan peserta uji kompetensi guru (UKG) membuat banyak kalangan resah. Keputusan pemerintah untuk meningkatkan standar nilai kelulusan UKG tersebut dinilai membutuhkan pengkajian ulang agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Data yang diperoleh Jawa Pos menunjukkan, secara nasional, jumlah guru yang tidak lulus UKG mencapai 61 persen. Jumlah lulusan guru dalam UKG tersebut diketahui setelah pemerintah menaikkan standar kelulusan dari semula 42 poin menjadi 80 poin.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim Bambang Agus Susetyo menyatakan, pemerintah memang harus merevisi mekanisme UKG jika ingin guru tetap lulus uji. UKG harus didesain dengan melihat kompetensi guru secara luas.
Soal UKG sering dinilai terlalu luas oleh para guru lantaran materinya tidak fokus. Guru sejarah, misalnya. Saat UKG, dia masuk rumpun ujian IPS. ”Nah, pada tes UKG tersebut, guru juga harus mengerjakan soal ekonomi. Padahal, belum tentu dia menguasai,” ucapnya.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya (DPS) Martadi menjelaskan, peningkatan nilai UKG tersebut tidak masalah. Sebab, UKG hanya berperan sebagai mapping pengetahuan awal seorang guru. ”UKG itu hanya sebagian kecil saja dari kriteria guru bisa dianggap profesional,” ujarnya.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Di situ dijelaskan bahwa seorang guru yang profesional harus mengikuti pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB).
Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa seorang guru harus memiliki beberapa kemampuan. Antara lain, soal pedagogi dan kepribadian. Guru harus terus-menerus mengembangkan kemampuan yang dimiliki itu sepanjang tahun. ”Jadi, intinya, guru harus terus berkembang, tidak berhenti belajar,” ungkapnya. (elo/c20/nda)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022