
dok: Humas Kemendiktisaintek
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan dana setidaknya Rp 30,1 miliar untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam program Mahasiswa Berdampak. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung 263 proposal program pemberdayaan masyarakat melalui BEM.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan, bahwa pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memaksimalkan kualitas riset di Indonesia. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) pun telah merumuskan kebijakan agar pendanaan yang relatif terbatas tetap mampu menghasilkan penelitian yang berdampak luas.
Hal ini ditandai pula dengan penandatanganan antara Ditjen Risbang bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi, Rabu (10/9), terkait kontrak pelaksanaan sejumlah program. Di antaranya, Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM, Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan, serta Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III.
"Ditjen Risbang telah melakukan formulasi agar riset berkualitas tetap dapat dimaksimalkan meski dengan dukungan dana yang terbatas. Saya berharap capaian yang ada dapat terus dirawat, karena saya yakin banyak penelitian unggul yang bisa kita dorong menuju hilirisasi," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman merinci alokasi pendanaan untuk program-program tersebut. Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) misalnya, memperoleh alokasi sebesar Rp45,4 miliar untuk mendanai 82 proposal.
Program ini merupakan skema riset kolaboratif yang mendorong sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri (DUDI), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), lembaga pemerintah, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Program ini juga dirancang untuk menjembatani 'valley of death', yaitu fase kritis ketika banyak inovasi potensial gagal mencapai tahap hilirisasi produk.
Kemudian, untuk Program Mahasiswa Berdampak BEM mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp 30,1 miliar untuk 263 proposal. Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM ini dibuat untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai pelaku utama pembangunan sosial melalui wadah organisasi mahasiswa.
Generasi muda diberi ruang strategis untuk merancang program ilmiah, memanfaatkan hasil riset sebagai dasar intervensi, serta berkontribusi langsung dalam memecahkan persoalan riil di masyarakat. "Sehingga, nantinya generasi muda tidak hanya didorong dalam aksi sosial, tetapi juga menumbuhkan budaya reflektif, berpikir kritis, dan kolaboratif dengan pendekatan partisipatif bersama masyarakat," ungkapnya.
Kemudian, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan dialokasikan dana sebesar Rp 13,7 miliar untuk 101 judul proposal dari 67 perguruan tinggi. Lalu, Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III memperoleh pendanaan sebesar Rp 34,7 miliar yang mendukung 948 judul proposal dari 434 perguruan tinggi.
"Melalui program-program ini, kami berharap riset dan inovasi dapat berkembang secara nyata dan langsung menjawab kebutuhan masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana memastikan pihaknya siap memberikan bimbingan teknis apabila diperlukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, industri, dan masyarakat akan mampu menghasilkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.
"Kami memiliki dua harapan untuk skema-skema ini: pertama, dampak yang nyata bagi penerima bantuan maupun masyarakat sasaran; kedua, terjalinnya kolaborasi yang sehat, bukan kompetisi," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
