Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 17.59 WIB

Mapala UI Dorong Literasi Anak dan Kesadaran Lingkungan di Daerah Pedesaan

Ilustrasi membangkitkan minat baca bagi anak-anak di daerah. (Istimewa) - Image

Ilustrasi membangkitkan minat baca bagi anak-anak di daerah. (Istimewa)

JawaPos.com-Rendahnya minat baca anak-anak di pedesaan masih menjadi persoalan serius. Minimnya fasilitas sekolah dan keterbatasan akses buku membuat banyak anak sulit mengembangkan budaya literasi sejak dini. 

Rendahnya minat baca punya efek turunan yang tidak bisa disepelekan. Sebab, kecenderungan ogah membaca otomatis akan berefek pada lemahnya literasi. Apalagi bagi anak-anak yang masih banyak membutuhkan bahan bacaan dan akses informasi.

Kondisi inilah yang mendorong Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) melalui program Satria Hutan Indonesia (SHI) 2025 untuk hadir langsung di Desa Manau Sembilan II, Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Selama dua minggu (6–17 Agustus), tim SHI 2025 melaksanakan serangkaian kegiatan. Salah satu program bertajuk Satu Huruf Seribu Harapan difokuskan pada peningkatan minat baca anak-anak SD Negeri 93 Kaur. 

Perpustakaan sekolah ditata ulang, koleksi buku diseleksi, dan anak-anak diperkenalkan pada metode membaca interaktif dengan teknik read aloud. Mereka juga diajak menonton film inspiratif tentang cita-cita serta menulis narasi sederhana dari buku bergambar. Namun, kendala fasilitas masih membayangi.

“Fasilitas sekolah sulit mendapat bantuan dana dari pemerintah. Dana untuk kebutuhan sekolah biasanya dikumpulkan dari masyarakat,” kata Sardan, Kepala SD Negeri 93 Kaur melalui keterangannya.

Dia menegaskan bahwa perpustakaan adalah jantung sekolah yang harus terus dihidupkan agar anak-anak terbiasa membaca. Selain literasi, persoalan kebersihan juga menjadi perhatian melalui Misi Kecil untuk Lingkungan.

Anak-anak dikenalkan pada pemilahan sampah rumah tangga dan membuat tempat sampah dari galon bekas. Inisiatif ini lahir dari kondisi desa yang masih menghadapi masalah sampah serta hewan ternak yang dilepasliarkan.

Lewat pendekatan kreatif, anak-anak diharapkan bisa membawa pulang kebiasaan baik dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Program lainnya, bertajuk Merdeka Penuh Cerita menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan melibatkan warga dalam perayaan kemerdekaan.

Berbagai lomba khas 17 Agustus digelar, termasuk lomba memarut kelapa yang selalu menjadi tradisi di desa tersebut. Karang Taruna Desa Manau Sembilan II turut menyambut kolaborasi ini.

Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan ajang memperkuat persatuan. Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat SHI 2025 Dila menyebut, keterlibatan masyarakat sebagai kunci keberhasilan.

“Antusiasme warga membuat setiap kegiatan berjalan lancar dan bermakna. Kami datang membawa harapan, dan pulang dengan membawa perubahan,” ujar Dila.

Mapala UI berharap, upaya kecil yang dilakukan dapat menjadi pintu bagi anak-anak desa untuk tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, peduli lingkungan, dan mampu berkontribusi lebih besar bagi masa depan bangsa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore