Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 04.56 WIB

Reaksi Beragam Terhadap Kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM)

JawaPos.com–Gebrakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait mengirimkan anak nakal ke barak militer, memicu berbagai reaksi di masyarakat. Ada yang mendukung, ada juga yang memberikan penolakan. 

Pakar Sosiologi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Radius Setiyawan menilai, pengiriman anak ke barak militer bukan solusi konkret. Sebab tak menyentuh akar masalah secara utuh.

"Intervensi pendidikan harus dilakukan secara sistematis, bukan dengan cara-cara instan yang justru dapat memperburuk kondisi anak," tutur Radius di Surabaya, Selasa (13/5).

Menurut dia, alih-alih memberikan efek jera kepada anak-anak nakal, pendekatan militeristik berisiko menciptakan trauma bagi anak. Sebab, ditempatkan di lingkungan disiplin yang ketat.

"Ini bukan berhadapan dengan musuh negara loh, melainkan anak-anak yang butuh bimbingan dan rehabilitasi psikologis. Khawatirnya, pendekatan militeristik bisa jadi bumerang jika tidak ditangani secara komprehensif," imbuh Radius Setiyawan.

Radius menegaskan pentingnya meninjau ulang program-program pencegahan kenakalan remaja, dengan mengutamakan pendekatan pendidikan yang konstruktif dan sesuai dengan aspek psikologi perkembangan anak.

"Jika pemerintah serius menangani kenakalan remaja, langkah yang harus ditempuh adalah memperkuat peran sekolah, keluarga, dan komunitas. Bukan dengan disiplin ala militer," seru Radius.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi telah mengirimkan 272 siswa SMA sederajat di Jawa Barat ke Barak Militer. Tepatnya di Dapo Pendidikan Atletik Bela Negara RIndam III Siliwangi. 

Para siswa yang dikirimkan ke barak militer disebut telah mendapat izin dari para orang tua mereka. Mereka dilatih secara fisik, dididik menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, hingga dilatih bela negara.

Adapun 272 siswa angkatan pertama yang dikirim ke barak militer adalah pelaku bullying, pengguna narkoba, pelaku pelecehan seksual, tawuran, geng motor, hingga mereka yang suka mabuk-mabukan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore