Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 06.00 WIB

Baru Hari Pertama, 16 Peserta UTBK-SNBT 2025 di Unair Absen

Pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT 2025 di Universitas Airlangga, 16 peserta tidak hadir, Rabu (23/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com). - Image

Pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT 2025 di Universitas Airlangga, 16 peserta tidak hadir, Rabu (23/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Sebanyak 16 peserta absen mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 hari pertama di Universitas Airlangga (Unair), Rabu (23/4).

Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof Mohammad Nasih. "Datanya yang hadir hari ini 859 peserta. Hanya 16 yang tidak hadir, jadi kecil sekali, sekitar 1,83 persen," tuturnya ditemui di Kampus C Unair.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu menuturkan bahwa persentase ketidakhadiran peserta UTBK-SNBT hari ini lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 3-4 persen.

"Kami sudah beri toleransi 30 menit. Misalnya tertulis mulai 06.45 WIB itu untuk persiapan, sementara waktu pengerjaan pukul 07.15 WIB. Tetapi kalau tetap tidak hadir, otomatis gugur," imbuhnya.

Selain peserta tidak hadir, Prof Nasih menuturkan ada dua peserta sesi pagi yang sakit. Namun, panitia langsung melakukan pendampingan dan perawatan, sehingga peserta tetap bisa mengikuti tes.

UTBK-SNBT 2025 dilaksanakan selama 10 hari, dengan dua sesi setiap harinya. Di Universitas Airlangga, tersedia 18 ruang ujian yang tersebar di Kampus A Dharmahusada, Kampus B Dharmawangsa, dan Kampus C Merr.

"Tahun ini kami menerima 14.600 peserta yang mengikuti tes UTBK. Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," terang Prof Nasih.

Pada pelaksanaan UTBK-SNBT 2025, Unair menerapkan aturan cukup ketat. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih serta sandal khusus yang telah disediakan oleh pihak kampus.

Sebelum memasuki ruang ujian, peserta berbaris rapi dan menjalani pemeriksaan tubuh menggunakan metal detector. Prof Nasih menyatakan, langkah ini bertujuan menjaga keadilan (fairness) ujian.

Prof Nasih menjelaskan bahwa penggunaan sandal khusus bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya mencegah kecurangan dan menjaga keadilan dalam UTBK-SNBT.

“Sekarang ini semua sudah canggih. Seringkali ada orang-orang tidak bertanggung jawab yang mengganggu fairness ujian dengan menyimpan alat komunikasi dan sejenisnya yang tidak terdeteksi oleh metal detector,” tukasnya. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore