
Reihan dan Revia, mahasiswa Unair yang ciptakan inovasi kemasan cerdas untuk penanganan HIV/AIDS. (Humas Unair)
JawaPos.com–Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Reihan Ananta Noor Baihaqi dan Rivia Ghina Rahmi mencuri perhatian dengan inovasi kemasan cerdas Blister Intelligent Keeper and Assistant (BLINKA). Inovasi itu dirancang untuk membantu penderita HIV/AIDS mematuhi terapi obat antiretroviral (ARV) melalui teknologi berbasis sensor dan aplikasi.
Berkat ide itu, mereka berhasil meraih Juara I dalam Lomba Esai Ilmiah Populer World AIDS Day (WAD) 2024 yang diselenggarakan Universitas Udayana. Dalam lomba bertema Epitychia: Health Improvement Strategies of HIV/AIDS to Actualize Golden Indonesia 2045, Reihan dan Rivia memaparkan solusi BLINKA untuk mengatasi tantangan utama penderita HIV di Indonesia. Masalah seperti rendahnya kepatuhan terhadap terapi, kurangnya pemahaman pengobatan, serta isu kesehatan mental menjadi fokus utama mereka.
”BLINKA memiliki fitur unggulan, termasuk monitoring terapi, edukasi berbasis augmented reality, konseling, berita terkini, dan words of affirmation untuk mendukung kesehatan mental pasien,” jelas Reihan di Surabaya, Kamis (2/1).
Kemasan cerdas tersebut dilengkapi teknologi sensor yang dapat memantau dosis obat yang dikonsumsi pasien. Aplikasi pendampingnya juga memberikan pengingat konsumsi obat secara real-time dan melacak jadwal terapi pasien. Inovasi itu untuk meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS dan mempermudah mereka dalam menjalani pengobatan.
Reihan mengungkapkan, ide BLINKA dirancang dalam waktu tujuh hari dengan fokus pada berbagai permasalahan yang dihadapi pasien HIV/AIDS. ”Kami mencoba menganalisis masalah dari berbagai aspek, mulai dari kondisi sosial hingga stigma yang dihadapi pasien. Hal ini menjadi tantangan utama kami,” ujar Reihan.
Meskipun waktu persiapan singkat, Reihan dan Rivia mampu menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dan aplikatif. ”Kami percaya teknologi seperti BLINKA dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan dampak besar bagi pengobatan HIV/AIDS di Indonesia,” tambah Reihan.
Motivasi utama Reihan dalam mengikuti lomba ini adalah untuk memberikan aksi nyata dalam mendukung penanganan HIV/AIDS di Indonesia. ”Melalui inovasi seperti BLINKA, kami berharap pasien HIV/AIDS dapat lebih mudah mematuhi terapi obat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” papar Reihan.
Reihan juga mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam kompetisi serupa. ”Semoga lebih banyak mahasiswa Unair yang terinspirasi untuk menciptakan solusi kreatif dan berkontribusi bagi masyarakat. Mari terus membanggakan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” ucap Reihan.
Reihan dan Rivia berharap BLINKA dapat dikembangkan lebih lanjut untuk membantu penanganan HIV/AIDS di Indonesia secara lebih efektif dan berkelanjutan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
