Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2025 | 12.47 WIB

Mahasiswa Unair Ciptakan Kemasan Cerdas untuk Penanganan HIV/AIDS

Reihan dan Revia, mahasiswa Unair yang ciptakan inovasi kemasan cerdas untuk penanganan HIV/AIDS. (Humas Unair) - Image

Reihan dan Revia, mahasiswa Unair yang ciptakan inovasi kemasan cerdas untuk penanganan HIV/AIDS. (Humas Unair)

JawaPos.com–Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Reihan Ananta Noor Baihaqi dan Rivia Ghina Rahmi mencuri perhatian dengan inovasi kemasan cerdas Blister Intelligent Keeper and Assistant (BLINKA). Inovasi itu dirancang untuk membantu penderita HIV/AIDS mematuhi terapi obat antiretroviral (ARV) melalui teknologi berbasis sensor dan aplikasi.

Berkat ide itu, mereka berhasil meraih Juara I dalam Lomba Esai Ilmiah Populer World AIDS Day (WAD) 2024 yang diselenggarakan Universitas Udayana. Dalam lomba bertema Epitychia: Health Improvement Strategies of HIV/AIDS to Actualize Golden Indonesia 2045, Reihan dan Rivia memaparkan solusi BLINKA untuk mengatasi tantangan utama penderita HIV di Indonesia. Masalah seperti rendahnya kepatuhan terhadap terapi, kurangnya pemahaman pengobatan, serta isu kesehatan mental menjadi fokus utama mereka.

”BLINKA memiliki fitur unggulan, termasuk monitoring terapi, edukasi berbasis augmented reality, konseling, berita terkini, dan words of affirmation untuk mendukung kesehatan mental pasien,” jelas Reihan di Surabaya, Kamis (2/1).

Kemasan cerdas tersebut dilengkapi teknologi sensor yang dapat memantau dosis obat yang dikonsumsi pasien. Aplikasi pendampingnya juga memberikan pengingat konsumsi obat secara real-time dan melacak jadwal terapi pasien. Inovasi itu untuk meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS dan mempermudah mereka dalam menjalani pengobatan.

Reihan mengungkapkan, ide BLINKA dirancang dalam waktu tujuh hari dengan fokus pada berbagai permasalahan yang dihadapi pasien HIV/AIDS. ”Kami mencoba menganalisis masalah dari berbagai aspek, mulai dari kondisi sosial hingga stigma yang dihadapi pasien. Hal ini menjadi tantangan utama kami,” ujar Reihan.

Meskipun waktu persiapan singkat, Reihan dan Rivia mampu menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dan aplikatif. ”Kami percaya teknologi seperti BLINKA dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan dampak besar bagi pengobatan HIV/AIDS di Indonesia,” tambah Reihan.

Motivasi utama Reihan dalam mengikuti lomba ini adalah untuk memberikan aksi nyata dalam mendukung penanganan HIV/AIDS di Indonesia. ”Melalui inovasi seperti BLINKA, kami berharap pasien HIV/AIDS dapat lebih mudah mematuhi terapi obat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” papar Reihan.

Reihan juga mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam kompetisi serupa. ”Semoga lebih banyak mahasiswa Unair yang terinspirasi untuk menciptakan solusi kreatif dan berkontribusi bagi masyarakat. Mari terus membanggakan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” ucap Reihan.

Reihan dan Rivia berharap BLINKA dapat dikembangkan lebih lanjut untuk membantu penanganan HIV/AIDS di Indonesia secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore