Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2024 | 23.07 WIB

Cendekiawan Muslim dari Melbourne University Tegaskan Isu Boikot Harus Ditanggapi dengan Bijaksana dan Selektif: Jangan Hanya Ikut-ikutan Emosi!

YKMI, Gerbang Pronas dan Relawan Capres Gelar Aksi Massa Untuk Menindaklanjuti Fatwa MUI Soal Boikot Produk Israel di depan kantor pusat MUI, Jakarta Rabu (7/2/2023).

JawaPos.com - Cendekiawan Muslim Prof. Nadirsyah Hosen dari Melbourne University, Australia, meminta para mahasiswa untuk tidak menerima mentah-mentah ajakan boikot terhadap produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi Israel melalui media sosial. Dia berharap mahasiswa harus bersikap selektif dalam menyikapinya.

“Sebagai mahasiswa harus bersikap kritis dalam menyikapinya. Jangan hanya ikut-ikutan emosi dan larut dalam euforia untuk boikot saja,” ujar Gus Nadir, sapaannya, baru-baru ini di FISIP UIN.

Dia mengutarakan, dalam Fatwa MUI juga tidak pernah disebutkan kata-kata boikot sama sekali. Yang disebutkan itu adalah mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari agresi Israel dan ini yang ditafsirkan beberapa pihak sebagai boikot produk. “Jadi, sebenarnya tidak ada hukumnya untuk memboikot suatu produk tapi ternyata tidak ada kaitannya dengan afiliasi Israel, dan malah membuat kesengsaraan baru bagi masyarakat yang terkena PHK karena adanya ajakan boikot tersebut,” katanya.

Baca Juga: Tingkatkan SDM Bidang KI di Maluku, Kemenkumham Gandeng LPPM Universitas Pattimura

Menurutnya, website-website yang dibuat untuk membuktikan produk-produk itu terafiliasi Israel atau tidak juga berbeda-beda outputnya baik dengan atau tanpa alasan atau penjelasan. Tapi, intinya menurut Gus Nadir, data produk-produk yang terafiliasi Israel itu sudah dimasukkan terlebih dahulu.

Dari hasil penelitian yang dilakukannya, ternyata siapa saja bisa memasukkan data produk dan alasannya di website tersebut. “Jadi, saat kita memasukkan nama sebuah produk, jika itu ada dalam daftar, ya jelas hasilnya juga menunjukkan bahwa produk itu terafiliasi Israel,” ucapnya.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Warning Bandar Narkoba, Pastikan Bakal Terapkan Pasal Hukuman Mati dan Dikirim ke Nusakambangan  

Dia juga mempertanyakan pihak-pihak yang mengkategorikan produk itu terafiliasi Israel hanya karena produk itu dijual di sana. “Memang tidak boleh berbisnis di Israel? Kan belum tentu orang yang buka toko atau usaha di sana pasti mendukung atau setuju dengan agresi Israel?” katanya.

Karenanya, dia meminta agar sebagai mahasiswa bisa mengkritisi hal-hal seperti ini dan jangan malah masuk kepada euforia boikotnya. “Kita tidak menolak untuk boikot asal memang itu benar-benar terafiliasi Israel. Tapi, jangan sampai karena kebencian terhadap satu produk malah merugikan bangsa sendiri,” tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore