
Wakil Presiden Ma
JawaPos.com - Belakangan pernyataan Sesditjen Diktiristek Tjitjit Sri Tjahjandarie viral di jagat maya. Tjitjit mengatakan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier. Terkait posisi pendidikan tinggi tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut memberikan pandangannya.
"(Pendidikan tinggi jadi kebutuhan) tersier itu kan dalam arti bahwa tidak semua orang harus masuk perguruan tinggi," kata Ma'ruf di sela kunjungan kerja di Kota Mamuju, Rabu (22/5). Tetapi, Wapres menegaskan bukan berarti perguruan tinggi itu tidak penting.
Dia mengatakan, penggunaan istilah tersier mungkin menjadi perdebatan di masyarakat. "Kalau menurut saya tidak semua orang harus masuk ke perguruan tinggi," sambung mantan Ketua Umum MUI itu. Tetapi masyarakat harus memahami bahwa perguruan tinggi itu penting. Karena bangsa Indonesia saat ini sedang menyiapkan SDM unggul.
Baginya jika tidak ada perguruan tinggi, akan sulit untuk mencetak SDM unggul. Padahal keberadaan SDM unggul itu jadi penggerak Indonesia menjadi negara maju. Menurut dia yang jadi titik tekan saat ini adalah mencetak SDM unggul yang banyak, dalam rangka Indonesia Emas 2045.
"Jadi istilahnya tersier itu kemudian menjadi masalah, yang sebaiknya kita enggak usah menggunakan istilah (tersier) itu," tandasnya. Dia lebih cocok menggunakan pendekatan bahwa perguruan tinggi dibutuhman. Namun, tidak semua orang harus masuk perguruan tinggi atau berkuliah.
Pada kesempatan itu, Ma'ruf Amin juga berkomentar soal polemik uang kuliah tunggal (UKT) di PTN. Banyak elemen masyarakat yang prihatin karena biaya UKT naik dan menjadi mahal. Ma'ruf menegaskan pemerintah tidak mampu jika harus menutup biaya operasional pendidikan tinggi secara keseluruhan.
Untuk itu diperlukan gotong royong menanggung biaya kuliah oleh pemerintah, kampus, dan mahasiswa. "Jangan kemudian dibebankan ke mahasiswa semuanya," katanya. Karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membayar UKT. Dia meminta kampus untuk berinovasi mencari sumber pendanaan lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
