Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Mei 2024 | 20.50 WIB

Keberadaan Perguruan Tinggi Sangat Penting, Wapres Ma'ruf Amin Minta Tak Pakai Istilah Tersier

Wakil Presiden Ma - Image

Wakil Presiden Ma

JawaPos.com - Belakangan pernyataan Sesditjen Diktiristek Tjitjit Sri Tjahjandarie viral di jagat maya. Tjitjit mengatakan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier. Terkait posisi pendidikan tinggi tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut memberikan pandangannya.

"(Pendidikan tinggi jadi kebutuhan) tersier itu kan dalam arti bahwa tidak semua orang harus masuk perguruan tinggi," kata Ma'ruf di sela kunjungan kerja di Kota Mamuju, Rabu (22/5). Tetapi, Wapres menegaskan bukan berarti perguruan tinggi itu tidak penting.

Dia mengatakan, penggunaan istilah tersier mungkin menjadi perdebatan di masyarakat. "Kalau menurut saya tidak semua orang harus masuk ke perguruan tinggi," sambung mantan Ketua Umum MUI itu. Tetapi masyarakat harus memahami bahwa perguruan tinggi itu penting. Karena bangsa Indonesia saat ini sedang menyiapkan SDM unggul.

Baginya jika tidak ada perguruan tinggi, akan sulit untuk mencetak SDM unggul. Padahal keberadaan SDM unggul itu jadi penggerak Indonesia menjadi negara maju. Menurut dia yang jadi titik tekan saat ini adalah mencetak SDM unggul yang banyak, dalam rangka Indonesia Emas 2045.

"Jadi istilahnya tersier itu kemudian menjadi masalah, yang sebaiknya kita enggak usah menggunakan istilah (tersier) itu," tandasnya. Dia lebih cocok menggunakan pendekatan bahwa perguruan tinggi dibutuhman. Namun, tidak semua orang harus masuk perguruan tinggi atau berkuliah.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf Amin juga berkomentar soal polemik uang kuliah tunggal (UKT) di PTN. Banyak elemen masyarakat yang prihatin karena biaya UKT naik dan menjadi mahal. Ma'ruf menegaskan pemerintah tidak mampu jika harus menutup biaya operasional pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Untuk itu diperlukan gotong royong menanggung biaya kuliah oleh pemerintah, kampus, dan mahasiswa. "Jangan kemudian dibebankan ke mahasiswa semuanya," katanya. Karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membayar UKT. Dia meminta kampus untuk berinovasi mencari sumber pendanaan lainnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore