
Ketua LP Ma’arif NU Ali Ramdani.
JawaPos.com–Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka program beasiswa bimbingan masuk perguruan tinggi NU Student Scholarship (NUSS). Pembukaan oleh Ketua LP Ma’arif NU Ali Ramdani melalui zoom.
Pria yang kerap disapa Dani itu menyampaikan harapannya agar program itu dapat berjalan sukses. Program NUSS memberikan sejumlah fasilitas kepada talenta-talenta terbaik NU agar dapat diterima perguruan tinggi unggulan dan program studi unggulan.
”Saya berharap melalui forum ini agar kemudian dilakukan secara serius dan insya Allah kalau tidak aral melintang, LP Ma’arif sudah membuat skenario untuk menempatkan talenta-talenta terbaik yang sudah kita pilih agar dapat masuk ke perguruan tinggi unggulan bukan sekadar perguruan tinggi unggulan tetapi juga program studinya unggulan,” kata Ali Ramdani.
Direktur Utama NUSS Muhammad Abdul Idris menyebut, program NUSS telah menjaring sebanyak 500 penerima dari sekitar 4.000 pendaftar dalam periode pendaftaran 12-16 Maret.
Dia menyampaikan selamat kepada 500 peserta terpilih. Peserta wajib menaati peraturan yang telah disepakati tim pelaksana bimbingan.
”Jangan sungkan, jangan malu, kalau ada kendala langsung disampaikan. Kita ingin melihat 500 peserta program ini diterima di perguruan tinggi unggulan semua. Kita ingin menyaksikan 500 kader NU ini diterima sesuai kampusnya yang diinginkan. Kita ingin menyaksikan 500 kader NU terbaik ini membanggakan orang tua, lingkungan, dan Nahdlatul Ulama,” papar Muhammad Abdul Idris.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad menyampaikan apresiasi terhadap fokus NU dalam bidang pendidikan yang sejalan dengan visi Baznas. Dia berharap agar NU dapat lebih banyak berkolaborasi dengan Baznas dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.
”Karena kita pasti akan bangga kalau di 10 tahun yang akan datang Indonesia akan diisi kader NU yang berdasar atau orientasinya adalah Ahlussunnah wal Jamaah dengan demikian Indonesia akan tetap damai mana kala kader NU ini menguasai Indonesia karena wasatiyahnya, tawasuth, tawazun, i’tidal, tasamuh,” ujar Noor Achmad.
Pemimpin Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menambahkan, program itu merupakan bagian dari cita-cita besar PBNU. Diharapkan PBNU dapat menyiapkan teknokrat, birokrat, dan pemimpin NU berikutnya yang akan mengelola Indonesia di masa depan.
”Kita ingin menyiapkan teknokrat, birokrat, dan next leader NU yang akan mengelola Indonesia ke depan,” ucap Saidah Sakwan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
