Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Agustus 2022 | 03.35 WIB

Belum Banyak Perempuan Lulusan Sekolah Vokasi Berkarir di Industri IT

Marissa Anita (kanan) pada acara Vokasiland. Dirjen Vokasi for JawaPos - Image

Marissa Anita (kanan) pada acara Vokasiland. Dirjen Vokasi for JawaPos

JawaPos.com–Aktris Marissa Anita menyebut tak banyak perempuan lulusan sekolah vokasi yang bisa bekerja di dunia IT. Dia sendiri merupakan lulusan sekolah vokasi jurusan pariwisata.

Nggak hanya di Indonesia, di luar negeri pun rasio perempuan di dunia IT itu masih sangat sedikit,” kata Marissa Anita saat memandu talk show bertajuk Cerita Vokasi di Grand City Surabaya, Minggu (31/7).

Talk show itu merupakan salah satu mata acara dalam ajang Vokasiland 2022 menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022.

Marissa Anita mengapresiasi program merdeka belajar yang diinisiasi Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim. Menurut artis Perempuan Tanah Jahanam itu program tersebut bisa membuat peserta didik lebih kreatif dan inovatif dalam proses belajar.

”Aku sangat suka dengan program Merdeka Belajar yang digagas Mas Menteri Nadiem Makarim. Ini beda sistem pendidikan tahun 80–90an ketika saya sekolah. Dulu siswa hanya mendengarkan, menghafal saja. Program merdeka belajar ini mendorong siswa mencari apa passion-nya, berani menghadapi tantangan. Itu yang kita inginkan yakni melahirkan manusia-manusia berpikir dan kreatif yang terus maju menyelesaikan permasalahan,” papar Marissa.

Salah satu perempuan yang berhasil berkarir di dunia IT adalah Rahma Agustina. Lulusan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus jurusan rekayasa perangkat lunak tersebut saat ini mulai menapak karir sebagai iOS Developer di sebuah perusahaan software terkemuka di Indonesia.

Rahma berbagi inspirasi bersama Risa Maharani lulusan SMK NU Banat Kudus dan Abing Susanto Guru SMKN 12 Surabaya. ”Ketika saya masuk SMK RUS, di jurusan itu perempuannya cuma delapan orang dari total 25 siswa. Ini tantangan sebagai perempuan saya tidak ingin dipandang sebelah mata saat belajar,” ujar Rahma.

Selain stigma bahwa perempuan tidak begitu paham tentang seluk beluk dunia teknologi, Rahma juga harus melawan pandangan umum bahwa perempuan harus cepat menikah alih-alih menuntut ilmu setinggi mungkin.

Rahma kini bergabung dalam tim software engineering yang pekerjaan sehari-hari menciptakan aplikasi digital. Meski berstatus lulusan SMK, berkat berbagai pengalaman semasa duduk di sekolah vokasi, pendapatan Rahma justru menyaingi pekerja bertitel sarjana.

Menurut Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma, kesuksesan Rahma merupakan bagian dari penerapan metode merdeka belajar. Sebab, siswa bisa semakin eksploratif mempelajari bidang studi yang mereka minati di sekolah. Siswa juga bisa lebih bebas memilih hal yang diinginkan.

”Semasa sekolah, mereka bebas belajar sesuai dengan minatnya. Hal ini mendorong kreativitas dan mengasah keterampilan mereka. Jadi tidak heran, ketika lulus sudah banyak industri yang memperebutkan mereka. Inilah alumni SMK yang bisa kita sebut juga sebagai Mahakarya Vokasi,” ucap Galuh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore