Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Februari 2022 | 16.31 WIB

Nadiem Sebut Indonesia Kehilangan Identitas, Jika Bahasa Daerah Punah

Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Kick Off G20 on Education and Culture secara daring, Rabu (9/2). - Image

Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Kick Off G20 on Education and Culture secara daring, Rabu (9/2).

JawaPos.com - Bangsa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkenal dengan bermacam ragam budaya. Salah satu ragam tersebut adalah bahasa daerah yang mencapai 718.

Akan tetapi, kini terdapat ancaman kepunahan bahasa daerah. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makrim menegaskan bahasa daerah tak boleh hilang dari masyarakat.

Nadiem menyampaikan, bahasa tidak hanya sekadar kata-kata yang digunakan pada daerah tertentu saja. Namun, di situ tersimpan suatu sejarah daerah dan juga identitas bangsa Indonesia.

"Kalau bahasa daerah kita punah itu artinya kita kehilangan identitas, kehilangan kebhinekaan, kita hilang bukan hanya sejarah tapi segala jenis kearifan lokal," terangnya dalam Peluncuran Merdeka Belajar eps 17: Revitalisasi Bahasa Daerah, Rabu (23/2).

Adapun kekayaan terbesar yang dimiliki Indonesia, menurutnya adalah kebhinekaan. Salah satu bentuk kebhinekaan tersebut adalah bahasa daerah, itu lah mengapa kelestariannya perlu dijaga.

Disampaikan olehnya, penyebab utama punahnya bahasa daerah adalah semakin sedikitnya penutur bahasa daerah tersebut. Dengan tidak adanya penutur bahasa daerah, maka bahasa daerah sulit untuk diwariskan.

"Penutur jatinya tidak lagi menuturkan bahasa daereah tersebut. Dan dia tidak mewariskan bahasanya ke generasi berikut dan itu otomatis akan hilang di generasi berikutnya," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan program Revitalisasi Bahasa Daerah. Diharapkan melalui program ini, bahasa daerah tetap dapat diwariskan kepada anak cucu generasi bangsa.

"Lewat program ini kita ingin menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah, mendorong kelestarian bahasa. Kalau tidak dilestarikan, tidak digunakan dia akan hilang," tutupnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore