JawaPos.com - Indonesia menjadi negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. Kondisi itu menjadikan Indonesia sebagai negara pengirim jemaah haji dan umrah yang sangat banyak. Sejumlah perguruan tinggi secara khusus membuka program studi (prodi) Manajemen Haji dan Umrah untuk peningkatan pelayanan kepada jemaah.
Diantara kampus yang baru saja mengumumkan pembukaan Prodi Manajemen Haji dan Umrah adalah Universitas Ibnu Chaldun (IUC). Pembukaan Prodi Manajemen Haji dan Umrah itu bekerja sama dengan Visitrip Internasional Group.
Kepala Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Manajemen Haji dan Umrah Visitrip Nandar Iskandar Yuan mengatakan, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) sudah sangat penting dikembangkan.
Menurut dia, pembukaan atau pengembangan prodi Manajemen Haji dan Umrah itu dianggap sangat penting dan relevan, mengingat kompleksitas persoalan haji dan umrah. Selain itu juga terkait dengan signifikansi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi umat Islam.
Penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah melibatkan berbagai aspek. Termasuk regulasi, logistik, keuangan, manajemen acara, pelayanan, dan koordinasi lintas instansi.
"Program studi ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang semua aspek tersebut, mempersiapkan para profesional untuk mengelola proses tersebut dengan efisien," jelas Nandar dalam keterangannya Jumat (15/12).
Pertimbangan berikutnya adalah tingginya minat dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan haji dan umrah. Saat ini ada lima juta lebih calon jemaah haji yang antri.
Kemudian setiap tahun tidak kurang satu juta penduduk Indonesia menjalankan ibadah umrah. Jadi, dengan adanya program studi khusus, akan lebih mudah mendidik dan melatih tenaga profesional yang memahami dinamika dan tuntutan industri penyelenggaraan haji dan umrah.
Pertimbangan berikutnya adalah peningkatan keamanan dan kesejahteraan jemaah haji dan umrah. Manajemen yang baik dalam penyelenggaraan haji dan umrah dapat berkontribusi pada peningkatan keamanan dan kesejahteraan jemaah.
"Program studi ini dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan jemaah selama perjalanan ibadahnya," imbuh Nandar.
Pembukaan Prodi Manajemen Haji dan Umrah di Universitas Ibnu Chaldun itu digelar pada Kamis (14/13). Pada kesempatan itu, Direktur Utama Visitrip Internasional Grup Muhamamd Kaamilul Khuluq berkomitmen penuh dalam melayani jutaan jemaah yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima ini.
"Sebagai langkah proaktif kami mendukung pemulihan industri meningkatkan profesionalisme dalam manajemen penyelenggaraan haji dan umrah," katanya.
Mereka akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memperhatikan kenyamanan jemaah umrah maupun haji khusus. Kaamilul melanjutkan mereka selalu melakukan berbagai terobosan yang bersifat inovasi.
Untuk memastikan kualitas pelayanan yang optimal. Seperti penggunaan teknologi terkini, pembaruan prosedur operasional, serta peningkatan infrastruktur untuk memastikan proses perjalanan berjalan lancar dan efisien.
Lebih jauh, menurut Kaamilul transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah juga mesti dikedepankan. "Kami mengutamakan transparansi dalam setiap aspek penyelenggaraan haji dan umrah," jelasnya.
Baginya informasi yang jelas dan akurat harus disampaikan kepada jemaah. Mulai dari informasi biaya, jadwal, dan prosedur lainnya.
Sebagai penyelenggara perjalanan haji khusus dan umrah, perlu menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak terkait. Mulai dari otoritas pemerintah, maskapai penerbangan, hotel, dan pihak lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah.
Kerja sama ini diperlukan untuk memastikan koordinasi yang baik dan kelancaran seluruh rangkaian. "Kami memahami pentingnya umpan balik dari jemaah sebagai alat evaluasi kinerja," tandasnya.