Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Juli 2021 | 22.21 WIB

Upaya Ini Perlu Dilakukan Agar Belajar Lebih Efektif di Masa Pandemi

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Mardhiyah melakukan pembelajaran jarak jauh dengan sistem Dalam Jaringan (Daring) dari rumah di Perumahan Villa Naira di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). Sekolah dengan tetap menerapkan sistem PJJ di awal - Image

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Mardhiyah melakukan pembelajaran jarak jauh dengan sistem Dalam Jaringan (Daring) dari rumah di Perumahan Villa Naira di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). Sekolah dengan tetap menerapkan sistem PJJ di awal

JawaPos.com - Pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah, saat ini harus dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19. Hal ini pun berdampak pada tidak efektifnya pembelajaran kepada para murid.

Kepala Sekolah SD Mardi Rahayu 01 Ungaran Heri Ismanto mengatakan, perlu beberapa hal yang dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang baik di masa pandemi. Peryama adalah pelatihan guru.

"Persiapan yang kami lakukan adalah pelatihan guru, untuk pelatihan guru adalah untuk menggunakan microsoft office, kami juga melatih membuat video pembelajaran, kemudian cara mengedit, mengupload, mendownload (video) YouTube dan menggunakan alat pembelajaran lain," terang dia dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip, Senin (19/7).

Kedua adalah melengkapi perangkat pembelajaran. Dalam hal ini kurikulum yang menjadi objeknya, kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum darurat, itu pun disederhanakan kembali.

"Kemudian melengkapi perangkat pembelajaran, kami menggunakan kurikulum darurat yang disederhanakan pemerintah, itu pun kami sederhanakan lagi, intinya kami tidak mengejar kuantitas tapi kualitas," imbuhnya.

Lalu, sosialisasi kepada orang tua. Pada sosialisasi orang tua, pihaknya juga memberitahukan bagaimana cara belajar nanti, serta memberikan tutorial untuk login ke akun yang digunakan oleh sekolah untuk melihat perkembangan anak. "Terkahir pembentukan paguyuban kelas dan pembentukan kelompok belajar.

Pembentukan paguyuban kelas ini diberikan ke guru kelas masing-masing, setelah itu kami para guru membentuk kelompok belajar, setiap kelas bisa terdiri dari 5, 7 sampai 9 kelompok yang terdiri dari 5-7 anak setiap kelompoknya," ucap dia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore