Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2023 | 02.17 WIB

Belasan Guru SMK Lakukan Upskilling dan Reskilling untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Program magang peningkatan kompetensi guru kejuruan mengikuti upskilling dan reskilling berbasis industri di Swasti Farm. - Image

Program magang peningkatan kompetensi guru kejuruan mengikuti upskilling dan reskilling berbasis industri di Swasti Farm.

JawaPos.com–Swasti Farm, dikenal sebagai Farm Ikan Guppy terbesar di Indonesia. Mereka dianggap menjadi penentu arah pertumbuhan ikan hias di masa yang akan datang. Tidak hanya memiliki pengetahuan mumpuni dalam mengembangbiakkan ikan hias, tetapi juga memiliki surviving skill yang kuat di industri itu.

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian (BBPPMPV) di bawah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengirim belasan guru dari sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia ke Swasti Farm.  

Sebagai salah satu pelaku utama dalam industri ikan hias dengan struktur organisasi yang sangat komprehensif, Swasti Farm telah membuktikan kapasitas dan kredibilitas dalam mengelola peternakan ikan hias dengan luas total lebih dari empat ribu meter persegi.

”Program magang peningkatan kompetensi guru kejuruan yang mengikuti upskilling dan reskilling berbasis industri ini, kami desain untuk bermitra dan berkolaborasi dengan pelaku industri yang telah terbukti memiliki kapasitas dan kemampuan yang sangat teruji,” ungkap Bagus Budi Setiawan dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian (BBPPMPV) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Program pelatihan upskilling dan reskilling bagi para guru sekolah menengah kejuruan akan dilaksanakan hingga 6 September. Pelatihan mencakup beragam materi, mulai dari pengenalan tentang ikan guppy, teknik kawin silang ikan guppy, hingga pemahaman mengenai strategi pemasaran yang telah diterapkan Swasti Farm.

Sebanyak 13 guru yang terlibat dalam program itu akan menerima modul pelatihan serta berkesempatan untuk mengikuti sesi praktik di Swasti Farm.

”Dengan metode pelatihan yang telah kami susun dan terapkan dalam puluhan pelatihan sebelumnya, baik di Swasti Farm maupun di luar Swasti Farm, kami berharap setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta dapat menularkan spirit, value, dan metode kerja Swasti Farm kepada murid-murid mereka di sekolah kelak,” terang Taufik Shaleh, Managing Director Swasti Farm.

Swasti Farm menerapkan metode Pre & Post Assessment untuk setiap materi pelatihan. Itu untuk memastikan semua spirit, value, dan metode kerja Swasti Farm dapat diserap secara optimal oleh peserta pelatihan. Nanti jadi bekal transformasi dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Hal itu memungkinkan para pemangku kebijakan dari peserta pelatihan untuk mengukur efektivitas pelatihan dengan melihat perkembangan pemahaman dari sebelum hingga setelah materi disampaikan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore