
Ucapan duka cita atas meninggalnya Wahyu Dian Silviani, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Solo.
JawaPos.com – Wahyu Dian Silviani,34, dosen UIN Raden Mas Said Surakarta yang ditemukan meninggal dalam kondisi tak wajar pada Kamis (24/8) kemarin, diketahui seharusnya mengikuti ujian wawancara tahap akhir untuk beasiswa S3 di luar negeri hari ini, Jumat (25/8). Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Rahmawan Arifin.
Dia menyebut, akhir-akhir ini Wahyu memang tengah disibukkan dengan persiapannya mengikuti ujian beasiswa luar negeri.
“Beliau ini dosen yang memiliki prestasi akademik bagus, alumni kampus Australia dan tahun ini akan melanjutkan kuliah dengan beasiswa LPDP di luar negeri,” kata Rahmawan, seperti dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (25/8).
Ia menuturkan, Wahyu amat sangat semangat dalam mempersiapkan ujian beasiswa luar negeri ini. Bahkan, pada tes kemampuan Bahasa Inggris sebelumnya, Wahyu berhasil memperoleh skor tertinggi.
Kepergian dosen pengampu Ilmu Lingkungan FEBI itu, juga dikenang haru oleh para alumni UIN Surakarta. Suci Dwi Rahmawati, salah satu alumni, mengungkapkan bahwa Wahyu adalah sosok dosen yang tegas, namun menyenangkan dan akrab dengan mahasiswanya.
Menurutnya, selama ini Wahyu selalu memprioritaskan urusan mahasiswa daripada urusannya sendiri. Pernah sekali, Wahyu rela menyempatkan waktunya untuk menguji mahasiswa jelang penerbangan.
“Beliau ini baik banget orangnya. Beliau selalu mementingkan mahasiswa,” kata Suci.
Selain Suci, perasaan serupa juga diungkapkan oleh Shafa Narulista Salsabila, mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah. Ia menyebut bahwa Wahyu mengajar dengan sangat baik kepada mahasiswanya.
Baca Juga: Urai Polusi Udara, Legislator PKS Minta BRIN Segera Buat Hujan Buatan di Jakarta
“Beliau itu dosen muda, jadi saya merasa bahwa beliau orang yang baik. Dan, mengobrol pun walau sebentar juga enak. Beliau kalau mengajar mudah dipahami, tegas, sabar juga ketika mengajar,” ungkap Shafa.
Diketahui sebelumnya, Wahyu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tak wajar di sebuah rumah di kompleks Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, pada Kamis (24/8).
Wahyu ditemukan dalam posisi tertutup kasur lantai, dengan bercak darah di sekitarnya. Juga, di tubuhnya terdapat bekas atau tanda penganiayaan. Kepolisian pun tengah menyelidiki kasus ini, motif dan penyebab kematiannya.
Selanjutnya, jenazah Wahyu sudah resmi dikembalikan kepada keluarganya yang datang menjemput dari Mataram. Penyerahterimaan jenazah Wahyu berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus yang dilanjutkan salat jenazah

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
