
Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma
JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sebelumnya berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan permintaan maaf terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP). Namun, untuk berkunjung ke Nahdlatul Ulama (NU) sendiri, Nadiem belum melakukannya.
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Arifin Junaidi. "Alhamdulillah Mas Nadiem belum pernah ke NU, waktu itu sudah (mau datang) sejak dilantik, pernah minta waktu untuk datang, tapi waktunya belum pas, sekarang ini, sehari tiga kali minta untuk ketemu," ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (30/7).
Kata dia, pihaknya memaafkan apa yang disampaikan Nadiem beberapa waktu lalu. Akan tetapi, dia mengaku masih bingung apa yang menjadi kesalahan Nadiem. Pasalnya, secara spesifik, Mendikbud tidak menjelaskan permintaan maaf atas dasar apa.
"Menurut kami Mas Nadiem tidak punya kesalahan kepada Ma'arif. Kesalahan Mas Nadiem itu kesalahan kepada bangsa, negara dan dunia pendidikan di indonesia, bukan kepada Ma'arif," tutur dia.
Maka dari itu, menurut Arifin, permintaan maaf ini salah sasaran. Harusnya, menteri milenial ini menyampaikan maaf kepada masyarakat, salah satunya dengan turun ke lapangan. "Jadi permintaan maaf ini menurut saya salah sasaran. Harusnya permintaan maaf ini kepada bangsa, negara dan dunia pendidikan di Indonesia," jelas dia.
Dirinya juga memberikan masukan kepada Nadiem, yakni permintaan maaf tidak ada gunanya jika tidak diikuti dengan tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahan. Di mana, Mendikbud sendiri memutuskan untuk melakukan evaluasi lanjutan terhadap POP.
"Kami di pesantren, kami diajari, kalau kita tobat, itu ada 4 langkah yang harus dipenuhi. Pertama mengakui kesalahan secara spesiifk, kedua minta maaf untuk kesalahannya, ketiga itu berjanji untuk tidak mengulangi, keempat memperbaiki diri," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Achmad Zuhri mengatakan, permintaan maaf melalui video bukan cara yang etis untuk diterima, apalagi untuk masyarakat.
“Saran saya, Mas Menteri ini turun ke sekolah NU, Muhamadiyah, ke PGRI, dengarkan keluhan siswa, guru, wali murid, kepala sekolah yang ada. Untuk menegosiasi ulang kebijakan yang diterapkan. Saya kira itu langkah yang dewasa. Kalau hanya di publik menyampaikan pidato, penyampaikan maaf nggak begitu diterima,” jelas dia, Rabu (29/7).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
