Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2020 | 00.53 WIB

Pengamat: Soal POP, Sebaiknya Kemendikbud Tiru Tatarstan

Kemendikbud - Image

Kemendikbud

JawaPos.com - Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah dengan memanfaatkan organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia.


Namun, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, jika bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas guru, lebih baik mencontoh apa yang dilakukan Republik Kazakhstan, yakni menggandeng organisasi guru internasional dalam pelatihan guru.


"Contoh negara yang melakukan ini Republik Kazakhstan yang programnya itu pembangunan SDM dari 7-8 tahun lalu, itu untuk pelatihan guru, itu dibuka di seluruh dunia dan dapet dua lembaga, dari Singapura, Singapore Teacher Union dan satunya dari Finlandia, wajar nih mereka terpilih karena dua-duanya dianggap mutu pendidikannya terbaik di dunia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (27/8).


Dirinya juga mengungkapkan bahwa pada awalnya, POP memiliki konsep seperti itu. Bahkan, Indra mengaku telah bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengenai pembukaan tender tersebut.


"Jujur, sebelum kegiatan ini saya ngobrol face to face sama Mas Menteri bicara soal ini (POP), mereka akan cari dari negara lain untuk melatih guru ini, saya semangat, kok jadinya ini yang muncul. Kok yang diomongin beda, melihat kondisi ini saya lihat ngga beres," tutur dia.


Sebelumnya, Nadiem sempat menjelaskan terkait tujuan dari program tersebut. Menurutnya, program itu adalah sebuah inovasi di dunia pendidikan.


“Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit inovasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan,” ungkap dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).


Kemendikbud sendiri pun, kata dia menjunjung tinggi asas gotong royong. Maka dari itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari seluruh pihak terkait untuk peningkatan kualitas SDM di Indonesia.


“Kita membutuhkan bantuan inovasi pedagogi dan pendidikan yang belum terpikir dalam kementerian, kita melihat ini (ormas) untuk bisa ikut gotong royong dalam merubah kualitas pendidikan Indonesia,” ujarnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore