
Kemendikbud
JawaPos.com - Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah dengan memanfaatkan organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia.
Namun, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, jika bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas guru, lebih baik mencontoh apa yang dilakukan Republik Kazakhstan, yakni menggandeng organisasi guru internasional dalam pelatihan guru.
"Contoh negara yang melakukan ini Republik Kazakhstan yang programnya itu pembangunan SDM dari 7-8 tahun lalu, itu untuk pelatihan guru, itu dibuka di seluruh dunia dan dapet dua lembaga, dari Singapura, Singapore Teacher Union dan satunya dari Finlandia, wajar nih mereka terpilih karena dua-duanya dianggap mutu pendidikannya terbaik di dunia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (27/8).
Dirinya juga mengungkapkan bahwa pada awalnya, POP memiliki konsep seperti itu. Bahkan, Indra mengaku telah bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengenai pembukaan tender tersebut.
"Jujur, sebelum kegiatan ini saya ngobrol face to face sama Mas Menteri bicara soal ini (POP), mereka akan cari dari negara lain untuk melatih guru ini, saya semangat, kok jadinya ini yang muncul. Kok yang diomongin beda, melihat kondisi ini saya lihat ngga beres," tutur dia.
Sebelumnya, Nadiem sempat menjelaskan terkait tujuan dari program tersebut. Menurutnya, program itu adalah sebuah inovasi di dunia pendidikan.
“Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit inovasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan,” ungkap dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).
Kemendikbud sendiri pun, kata dia menjunjung tinggi asas gotong royong. Maka dari itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari seluruh pihak terkait untuk peningkatan kualitas SDM di Indonesia.
“Kita membutuhkan bantuan inovasi pedagogi dan pendidikan yang belum terpikir dalam kementerian, kita melihat ini (ormas) untuk bisa ikut gotong royong dalam merubah kualitas pendidikan Indonesia,” ujarnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
