Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2020 | 23.50 WIB

NU Bantah Mundur Karena Iri Dengan Organisasi Terpilih yang Lain

Ilustrasi: NU - Image

Ilustrasi: NU

JawaPos.com - Banyak pihak menilai bahwa Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) mundur karena iri dengan organisasi masyarakat (ormas) lain yang terpilih. Ketua LP Ma'arif NU Arifin Junaidi pun menanggapi isu tersebut.

"Ada suara-suara Ma'arif NU itu ngiri dengan organisasi lain, sebenarnya itu tidak benar," terangnya dalam disuksi online, Sabtu (25/7).

Padahal, alasan pihaknya mundur, selain karena ketidakjelasan sistem proses seleksi POP. Pihaknya juga memberikan kesempatan organisasi lain yang sekiranya cocok dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Ma'arif NU ini mundur bukan karena ngiri, ini mundur untuk memberikan kesempatan organisasi lain yang membutuhkan dana itu, karena mereka melaksanakan program itu tanpa dana kan juga ngga bisa," ujarnya.

Kata dia, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, LP Ma'arif NU pun tengah melaksanakan program pelatihan kepada para kepala sekolah di seluruh Indonesia. Di mana, targetnya adalah pelatihan kepada 2.400 kepala sekolah.

"Sekarang lagi dilaksanakan LP, kami itu sampai Oktober nanti, kami targetkan melatih 2.400 kepala sekolah. Ini kami tiap minggu melatih 300 kepala sekolah dari SD, SMP, SMA, SMK. Berlangsung tiap minggu dengan lama pelatihan dua minggu, sehingga selama 1 bulan itu ada 2 angkatan. Kalau 4 bulan ada 2.400 orang," ujar dia.

Dibandikan dengan Kategori Gajah yang menargetkan minimal 100 PAUD/SD/SMP untuk dilatih para guru dan kepala sekolahnya. Tentunya, hal ini jauh daripada target pelatihan 2.400 kepala sekolah yang saat ini sedang dilakukan pihaknya.

"Kalau kita dapat dana Rp 20 miliar, dibanding yang kami kerjakan sekarang ini, sangat jauh, kalau menggunakan standar POP, dengan demikian 2.400 kepala sekolah itu menurut standar POP itu Rp 240 miliar. Jadi 12 kali lipat dari Gajah yang kita tinggalkan, tapi di LP standarnya bukan seperti itu, kami heran standarnya seperti itu" tutup dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DyZ9uyYqemM

https://www.youtube.com/watch?v=tu6vmV3UU04

https://www.youtube.com/watch?v=T7XPSO_aL3k

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore