
Ilustrasi mahasiswa. Para siswa yang hendak ke luar negeri bisa memanfaatkan LPDP.
JawaPos.com – Sebanyak 20 perguruan tinggi vokasi (PTV) menjadi pengampu program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. Program itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Uuf Brajawidagda menjelaskan, 20 kampus itu belum termasuk PTV-PTV yang menjadi anggota konsorsium. Setidaknya, ada 65 PTV negeri dan swasta yang menjadi anggota konsorsium dalam program tersebut.
Skema program itu memang sedikit unik. Sebab, dalam pengerjaannya, PTV di setiap daerah harus membentuk kelompok atau konsorsium dengan setidaknya dua PTV lain. Bahkan, dari 20 lokasi, enam di antaranya merupakan gabungan provinsi yang harus bekerja bersama untuk dapat mencapai target program.
Program itu turut melibatkan pemerintah daerah secara aktif untuk memetakan supply dan demand dengan data yang akurat. ”Jadi, total ada 85 PTV dari 27 provinsi di seluruh Indonesia,” ujarnya kemarin (23/8).
Uuf menjelaskan, program penguatan ekosistem kemitraan merupakan grand design pengembangan inovasi di daerah/wilayah yang mengacu pada potensi, keunggulan, serta agenda prioritas pembangunan daerah. ”Jadi, program penguatan ekosistem kemitraan ini mendorong kolaborasi antara entitas pendidikan vokasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati mengungkapkan, daerah memiliki potensi dan peluang yang berbeda satu sama lain. Hal itulah yang harus didorong pengembangannya melalui kemitraan antara vokasi dan pemangku kepentingan di daerah masing-masing guna meningkatkan perekonomian di daerah.
Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Layanan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dhani Setyawan mengungkapkan, komitmen kerja sama itu disusun untuk program multiyear atau tiga tahun dengan komitmen pendanaan sebesar Rp 55 miliar. Pada tahun pertama, dicairkan dana sebesar Rp 15 miliar. Kemudian, tahun kedua dan ketiga Rp 20 miliar.
”Dukungan kami nanti tidak hanya terbatas pada pendanaan, melainkan juga pada aspek yang lebih luas,” ungkapnya. (mia/c6/fal)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
