
Photo
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta sekolah dan guru untuk melakukan asesmen atau penilaian kepada para anak didik ketika masuk dalam proses pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021. Hal itu dilakukan untuk menilai kemampuan para murid pascabelajar dari rumah.
Pasalnya, dalam mengikuti pembelajaran daring, ada yang memiliki fasilitas dan tidak. Itu pun membuat adanya perbedaan kemampuan pemahaman murid. Asesmen yang dilakukan adalah dengan mengetes pemahaman kurikulum di tingkat sebelumnya.
"Asesmen apa yang bisa dilakukan, menurut saya misalnya dia guru kelas 4, dia mulai ajaran baru, ada 30 orang, tes aja dengan asesmen (kurikulum) kelas 3, apa muridnya paham dengan (kompetensi) yang diharapkan," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril dalam acara webinar, Senin (6/7).
Dia pun mendefinisikan sekolah seperti sebuah klub sepak bola profesional. Sedangkan, para murid layaknya seorang pemain sepak bola.
Setiap pemain setelah melewati liburan musim panas dan akan memulai sebuah kompetisi, tentunya perlu melakukan asesmen terlebih dahulu oleh klub. Setelah itu, diberikan porsi latihan apa yang cocok kepada para pemain untuk meningkatkan performanya kembali.
Sama seperti guru yang melakukan asesmen terhadap para murid sebelum aktivitas kurikulum pembelajaran dilakukan.
"Itu sesudah liburan musim panas kan biasanya kondisinya tidak fit lagi dan ada asesmen, dilihat mana yqng staminanya melemah, lari kurang kenceng, tekniknya kurang baik dan itu diberi latihan, sama seperti belajar, dalam konteks mengajar asesmen ini kita lakukan setiap saat, jadi ini kurangnya di mana dan disusun startegi sesuai kebutuhan murid dan minat murid," jelas dia.
Nantinya, para guru yang akan bertugas untuk mengklasifikasikan para murid akan mendapatkan pembelajaran seperti apa. Sebab, jika di samakan, tidak baik untuk proses pembelajaran ke depannya.
"Kalau ada bencana seperti ini, harus ada asesmen, jangan langsung diberikan materi kurikulum seperti levelnya pada saat itu. Jadi kalau kelas 4, jangan langsung dikasih materi kelas 4, lakukan asesmen dulu, kalau kita paksakan itu di level berikutnya akan semakin parah dan tidak bisa menyerap sesuai ekspektasi di level berikutnya, fondasi itu harus betul-betul kita kuatkan," tegas Iwan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=wih5C1rWmws
https://www.youtube.com/watch?v=McChI2VDFZk
https://www.youtube.com/watch?v=LCpXUPiGySQ

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
